PPKM Diperpanjang, Wagub Jatim Turun Ke Kota Malang Sosialisasi

Jan 22, 2021 15:19
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak saat menyampaikan sosialisasi PPKM kepada jamaah Masjid Jami' Kota Malang, Jumat (22/1). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak saat menyampaikan sosialisasi PPKM kepada jamaah Masjid Jami' Kota Malang, Jumat (22/1). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Masa pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali bakal diperpanjang.

Provinsi Jawa Timur kembali mendapat jatah untuk menerapkan perpanjangan PPKM yang rencananya akan dilangsungkan mulai 26 Januari hingga 8 Februari 2021 mendatang.

Baca Juga : Beralih ke Daring Karena Ada Pegawai Terpapar Covid, Bupati Sanusi Instruksikan Swab Massal

 

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak secara khusus datang ke Kota Malang untuk menyosialisasikan perpanjangan PPKM kepada jamaah Masjid Jami' Kota Malang, usai pelaksanaan Salat Jumat pada Jumat (22/1/2021).

Dalam pemaparannya, pria yang akrab disapa Emil menyebut pelaksanaan PPKM di Kota Malang dan dua daerah lainnya di Malang Raya yakni Kota Batu dan Kabupaten Malang sejatinya sudah menunjukkan kondisi yang relatif baik dalam penanganan pasien positif Covid-19.

"Malang Raya ini jalannya sudah bagus (PPKM tahap pertama), trennya semua relatif membaik. Walaupun Bed Ocupansi Rate (BOR) masih di atas 60 persen. Tapi, kasusnya melandai, bukan nggak ada kasus baru, tapi kasus harian itu angkanya tidak melonjak. Tapi, yang menunjuk (perpanjangan PPKM) langsung Mendagri, wilayah Surabaya Raya dan Malang Raya artinya Kota Malang, Kabupaten Malang,dan Kota Batu," ungkapnya.

Meski begitu, mantan Bupati Trenggalek ini mengungkapkan agar masyarakat tak perlu mengkhawatirkan pelaksanaan PPKM tahap kedua nantinya. Mengingat, konsep yang dijalankan berbeda jauh dengan saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Ini adalah hal baik yang harus kita apresiasi (tren penekanan angka Covid-19). Dan sekali lagi walaupun PPKM diperpanjang kami berharap nggak menjadi momok gitu lho mendengar kata itu. Karena hanya aktivitasnya saja yang dibatasi. Silakan beraktivitas tapi tetap waspada penyebarannya," imbuh dia.

Apalagi, menurutnya, untuk pembatasan aktivitas itu Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dinilai telah berjuang untuk menerapkan jam malam maksimal pukul 20.00.

Yang mana, hal itu bertujuan agar masyarakat untuk meminalisir interaksi saat malam hari, seperti cangkrukan bersama para teman-teman sebayanya.

Baca Juga : PPKM Diperpanjang, Pemkot Batu Bakal Minta Ini

 

"Pak Wali sudah memperjuangkan jam tutup pusat perbelanjaan dan ini yang masuk akal yaitu jam 20.00, dan akhirnya Surabaya juga bisa. Kita mengkhawatirkan kegiatan yang sifatnya ini risiko tinggi, bahasa gaulnya cangkrukan malamlah, itu harus kita hindari," jelasnya.

Lebih jauh, ia berharap masyarakat mampu mendukung kebijakan yang telah dibuat pemerintah daerah. Sehingga, angka kasus Covid-19 bisa menurun.

"Kami mohon masyarakat bisa mendukung Pak Wali Kota. Tujuannya ini supaya kasus Covid-19 ini yang naik 3x lipat dari kondisi November ini bisa kita turunkan. Karena itu jangan kemudian berasumsi hanya karena PPKM lalu kita waspada, tidak ada PPKM kita santai, nggak bisa begitu. Tapi, harus waspada setiap saat sampai benar-benar kita terbebas dari pandemi ini," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, penerapan PPKM tahap pertama Jawa-Bali masih dilangsungkan hingga 25 Januari 2021. Kemudian akan dilanjutkan PPKM jilid kedua yang juga diberlakukan di 7 provinsi. Ketujuhnya yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

Di Jawa Timur, selain Kota Malang, yang juga tercatat harus menjalankan PPKM tahap 2 ini, yakni Kota Batu, Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik,Kota Madiun, Lamongan, Ngawi dan Blitar.

Topik
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Berita Lainnya

Berita

Terbaru