Peserta kontea robot, Bayu Aria Samudra, mahasiswa Politeknik Negeri Surabaya (PENS) saat akan menjalankan robot miliknya. (Foto : Tristania/Malangtimes).
Peserta kontea robot, Bayu Aria Samudra, mahasiswa Politeknik Negeri Surabaya (PENS) saat akan menjalankan robot miliknya. (Foto : Tristania/Malangtimes).

MALANGTIMES - Sebanyak 210 tim mengikuti kontes robot nasional yang kembali diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) Universitas Negeri Malang (UM) Minggu (15/11/2015).

Kontes bernama Line Tracer Design and Contest (LTDC) terbagi menjadi dua kategori yaitu analog dan mikro controler. Peserta pun terbuka untuk siswa SMP sederajat, SMA sederajat dan Mahasiswa.

"Analog diikuti oleh siswa SMP dan SMA, sedangkan Mikro controler hanya diikuti SMA dan mahasiswa," jelas Muchamad Mirza selaku ketua pelaksana kontes tahunan UM ini.

Dalam kontes ini, robot yang dibuat harus mampu membaca dan mengikuti garis pada track atau jalur yang telah ditentukan hingga mencapai finish.

Untuk membaca garis tersebut, robot harus memiliki kepekaan sensor yang tinggi.
"Kalau robot analog harus membaca garis hitam saja, kalau mikro controler harus bisa membaca garis hitam lalu garis putih agar bisa tiba di finish. Jadi sistem sensor mikro controler lebih rumit," tambah

Mirza saat ditemui di lokasi pertandingan di gedung sasana budaya UM.
Karena garis track yang dibuat hanya berukuran 2 cm, maka ukuran robot pun ditentukan, yakni panjang dan lebar 20 cm tinggi 15 cm agar mampu membaca garis.

Juri dalam kontes ini melibatkan tiga pakar elektro UM dan satu pakar elektro dari Universitas Islam Negeri Maunala Malik Ibrahim Malang (UIN). Juara satu pada kontes ini masing-masing mendapatkan Rp 2 juta untuk kategori analog dan Rp 2,750 juta untuk kategori Mikro Controler. (*)