Sayangkan Perpanjangan PPKM, Pusat Perbelanjaan Bakal Gencarkan Belanja Online

Jan 21, 2021 16:47
Aktivitas pusat perbelanjaan. (Foto: Istimewa).
Aktivitas pusat perbelanjaan. (Foto: Istimewa).

MALANGTIMES - Kota Malang menjadi salah satu daerah yang harus menjalankan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali. 

Hal ini cukup disayangkan oleh pengusaha, lantaran berimbas pada penurunan jumlah pengunjung.

Baca Juga : Nekat Berjualan di Jam Malam, Belasan KTP dan Tabung Elpiji Disita Satpol PP Kota Batu

"Pasti ya kami keberatan (PPKM diperpanjang). Tapi bagaimana, karena itu sudah anjuran dari pemerintah. Kami ikut saja," kata Ketua Asosiasi Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang Suwanto, saat dihubungi awak media, Kamis (21/1/2021).

Apalagi, menurutnya, di masa PPKM tahap awal yang akan selesai pada 24 Januari 2021 ini, pengunjung pusat perbelanjaan cenderung turun drastis. Yakni, bekisar 30-40 persen dari hari biasanya.

"Saat awal pandemi, kami turun sekitar 40 persen. Tapi, kami sempat bangkit, ada beberapa Mal yang mulai naik di angka 60 sampai 70 persen. Kemudian, ada PPKM ini kita turun sekitar 30-40 persen," imbuhnya.

Penurunan pengunjung itu, dikatakan Suwanto, lantaran kebanyakan kunjungan mal akan ramai pada pukul 18.00 WIB ke atas. Sedangkan, di masa PPKM jam buka mal dibatasi maksimal pukul 20.00 WIB saja.

"Karena biasanya pengunjung itu datang ke mal setelah selesai kerja, habis magrib. Lha sekarang, baru masuk, tiba-tiba suruh keluar karena tutup. Jadi, mungkin ya mending nggak ke mal. Kalau yang dulu pukul 21.00 (jam operasional Mal) masih baik lah bagi kami, beberapa juga ada yang sudah naik 50 persen, ini turun lagi," ungkapnya.

Meski begitu, pengusaha khususnya pusat perbelanjaan tak ingin berdiam diri. Menurut Suwanto, untuk tetap bisa mendapat pemasukan terlebih akan dilangsungkannya PPKM perpanjangan itu, pengusaha bakal mulai menggencarkan penjualan dengan sistem online.

"Pasti kami akan lakukan sistem belanja online, ada platform belanjamallonline.com. Saat ini kami sedang mengumpulkan data tenant untuk mal di bawah naungan APPBI Malang. Kami coba membantu penjualan secara keseluruhan nantinya. Tapi basisnya masih web, kalau aplikasi belum," jelasnya.

Baca Juga : Jalan Sepekan, Tingkat Kesadaran Masyarakat Kabupaten Malang Terkait PPKM Capai 80 Persen

Meski saat ini baru dijalankan masa trial-nya, namun kata Suwanto, platform tersebut akan lebih memudahkan konsumen. Bahkan, sistemnya juga lebih menarik dibandingkan aplikasi belanja online pada umumnya.

"Kurirnya lebih murah, pengiriman lebih cepat. Dalam sekali transaksi, pelanggan bisa melakukan pembelian random. Jadi beda toko nggak masalah, selama barang yang diinginkan ada di satu Mal. Makanan dan baju misalnya, dengan satu tarif pengiriman saja," tandasnya.

Sebagai informasi, Kota Malang menjadi salah satu daerah yang diwajibkan pemerintah pusat untuk menjalankan PPKM Jawa-Bali sejak 11-25 Januari 2021.

Setelahnya, pemerintah pusat berencana akan melakukan perpanjangan untuk PPKM Jawa-Bali dimulai setelah 25 Januari 2021 hingga 14 hari ke depan. Kota Malang masih ikut pelaksanaan, lantaran penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 yang cenderung terus mengalami lonjakan.

Topik
ppkm kota malang ppkm diperpanjang imbas ppkm ke sektor usaha asosiasi pusat belanja indonesia berita ppkm kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru