Selama PPKM di Kabupaten Malang, Temukan 2.848 Pelanggar

Jan 20, 2021 18:46
Petugas gabungan saat menindak salah satu pelanggar ketentuan PPKM (pegang surat pernyataan) yang terjaring saat operasi yustisi (Foto : Instagram Satpol PP Kabupaten Malang)
Petugas gabungan saat menindak salah satu pelanggar ketentuan PPKM (pegang surat pernyataan) yang terjaring saat operasi yustisi (Foto : Instagram Satpol PP Kabupaten Malang)

MALANGTIMES - Pelanggar protokol kesehatan selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Malang sangat tinggi. Jumlahnya mencapai 2.848 pelanggar. Penindakan terhadap para pelanggar ini, beragam. Mulai dari sanksi kerja sosial, teguran tertulis, hingga penyitaan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Banyaknya pelanggar di Kabupaten Malang itu mencuat saat jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang dan instansi terkait, mengikuti rapat evaluasi PPKM secara virtual yang diadakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim), Selasa (19/1/2021).

Baca Juga : Kesal Main Game ML, Mantan Timnas U-19 Hajar Kekasihnya Sampai Babak Belur

”Dalam operasi yustisi skala besar dan kewilayahan di 33 Kecamatan selama PPKM mulai tanggal 11 hingga 19 Januari (2021), sedikitnya ada 2.848 pelanggar yang kami tindak,” terang Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang Nazarudin Hasan, ketika ditemui media online ini usai agenda yang dilangsungkan di Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang tersebut berakhir.

Dari angka pelanggaran yang nyaris mencapai 3 ribu tersebut, dijelaskan Nazarudin, mayoritas diberikan sanksi berupa kerja sosial. ”Ada 1.613 orang pelanggar yang kami kenakan sanksi kerja sosial,” terangnya.

Bergeser ke jumlah pelanggar yang dikenakan sanksi denda, ada 406 orang. Sementara itu, untuk para pelanggar yang dikenakan teguran lisan, jumlahnya ada 708 orang. Kemudian, untuk yang diberikan teguran tertulis ada 115 orang, dan yang disita Kartu Tanda Penduduk (KTP) ada 6 orang.

”Jika ditotal, sampai dengan kemarin (Selasa 19/1/2021) ada 2.848 pelanggar yang kami tindak selama melaksanakan operasi yustisi,” jelasnya.

Terpisah, dijelaskan Sekretaris Satpol PP Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, selain menyasar para pelanggar perseorangan, petugas gabungan yang dilibatkan dalam operasi yustisi, yakni mulai dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang, TNI, Polri, dan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), juga menyasar pelaku usaha yang tidak tertib melaksanakan ketentuan PPKM.

Baca Juga : Anamid Cafe Dibobol, Barang Curian Sempat Diposting di Facebook

Tercatat, sejak awal diberlakukan PPKM di Kabupaten Malang, yakni sejak tanggal 11 hingga 19 Januari 2021, ada 393 tempat usaha di Kabupaten Malang yang diberikan teguran.

Teguran yang diberikan kepada ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL), toko, hingga rumah makan tersebut, dilakukan oleh petugas lantaran mayoritas dari mereka tidak menerapkan protokol kesehatan dan melebihi jam operasional. Yakni diatas jam 21.00 WIB.

”Mulai kemarin (Selasa 19/1/2021), jika masih ada yang buka di atas jam yang telah ditetapkan (di atas pukul 21.00 WIB) akan kita segel. Baru boleh beroperasi lagi setelah PPKM berakhir pada 25 Januari (2021),” pungkasnya saat dikonfirmasi Rabu (20/1 /2021), sembari mengatakan jika sampai dengan saat ini belum ada tempat usaha yang disegel.

Topik
Berita Malangpelanggar prokesppkm malang rayaSatpol PP Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru