Update : Kota Batu Zona Kuning, Angka Kasus Covid-19 Turun Signifikan per Januari Ini

Jan 20, 2021 15:58
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

MALANGTIMES- Dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) se Jawa-Bali sangat berdampak positif dalam penurunan angka kasus Covid-19, salah satunya di Kota Batu, Jawa Timur.

Penerapan PPKM yang diberlakukan sejak 11 Januari 2021 sampai 25 Januari 2021 di Kota Batu itu terbukti menurunkan angka kasus Covid-19 dengan hasil perubahan warna zona yang tadinya merah menjadi zona kuning.

Baca Juga : Tidak Hanya Vaksin, Terapi Plasma Darah Konvalesen Dinilai Efektif Lawan Covid-19

Kepala Diskominfo Kota Batu, Mochammad Agoes Machmoedi membenarkan bahwa Kota Batu kini memasuki zona kuning. Berdasarkan data, Kota Batu menunjukkan angka 2,44 persen atau risiko rendah.

"Terhitung PPKM tanggal 11-19 Januari 2021, kasus terkonfirmasi dari 1099 kasus menjadi 1018 jadi masih terkontrol," ujarnya, Rabu (20/1/2021).

"Kasus aktif juga menurun terus sejak tanggal 12-19 Januari 2021, dari 42 kasus menjadi 13 kasus. Kemudian yang sembuh bertambah, dari 969 orang menjadi 1011 orang," imbuhnya.

Menurutnya, dengan adanya PPKM ini sangat berdampak positif dalam penurunan angka covid-19 di Kota Batu.

"Ya ini karena kerjasama dari pihak pemerintah, aparat, dan masyarakat itu sendiri," ujarnya.

Lanjutnya, tingkat kesadaran masyarakat juga sangat berpengaruh besar dalam penurunan ini.

"Tingkat kesedaran masyarakat Kota Batu juga meningkat untuk melaksanakan PPKM. Sebab ini masalah kita semua," ujarnya.

"Yang perlu ditekankan juga kesadaran masyarakat untuk memberanikan diri mengecek kesehatannya di RS ataupun puskesmas terdekat, apabila terindikasi Covid-19. Agar rating yang dilakukan bisa diketahui dengan cepat," imbuhnya.

Baca Juga : Ini Daftar 16 Tokoh Penerima Vaksin Covid-19 di Kota Batu

Dengan hal ini ia berharap agar tingkat kesadaran ini akan terus berjalan dan ditegakkan. "Namun demikian, harapannya kita tetap harus waspada dan tidak boleh lengah terkait adanya perubahan warna zona kuning," harapanya.

Mengingat Kota Batu yang kini telah memasuki zona kuning, apakah terkait pembelajaran sekolah tatap muka bisa dilaksanakan?. Ia mengaku tidak menutup kemungkinan nantinya akan diberlakukan sekolah tatap muka. Namun hal itu perlu proses dan evaluasi bersama stakeholder terkait.

"Yang pasti hal itu perlu adanya pertimbangan. Jika kita konsisten menjaga zona kuning ini, apalagi bisa berubah zona hijau, tidak menutup kemungkinan sekolah tatap muka bisa berlangsung," ujarnya

Sementara itu, Walikota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan, adanya perubahan ke zona kuning tidak perlu dibesar-besarkan. Dikhawatirkan masyarakat jadi menyepelekan protokol kesehatan.

"Jangan sampai masyarakat menganggap situasi sudah aman. Bagaimanapun juga harus tetap waspada dan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan," ujarnya.

"3M tetap dijalankan dan tetap menjaga diri. Saya malah berterimakasih, ternyata ada hasil positif dari pelaksanaan PPKM. Zona kuning ini tidak semata-mata dari upaya yang singkat. PPKM merupakan bagian dari upaya penanganan. Upaya-upaya penanaganan sudah jauh-jauh hari telah dilakukan," imbuhnya.

Topik
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat kota batu zona kuning Angka Kasus Covid 19

Berita Lainnya

Berita

Terbaru