Selain Jual Beli Tanah, Investasi Pariwisata dan Agroindustri Meningkat di Era Pandemi

Jan 19, 2021 17:32
Ilustrasi salah satu sektor agroindustri di Kabupaten Malang yang tetap surplus di era pandemi Covid-19 (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Ilustrasi salah satu sektor agroindustri di Kabupaten Malang yang tetap surplus di era pandemi Covid-19 (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tidak semua sektor ekonomi di wilayah Kabupaten Malang terdampak buruk pandemi Covid-19. Terdapat beberapa jenis investasi yang malah meningkat. Bahkan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat menyebut ada beberapa sektor yang tetap bisa berkembang secara signifikan di era pandemi Covid-19.

”Kalau investasi memang terdampak (pandemi Covid-19), tapi tidak terlalu signifikan, bahkan ada beberapa sektor yang tetap mengalami kenaikan,” ungkapnya saat ditemui media online ini di Anusapati, Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang, setelah menghadiri agenda pemerintahan di Surabaya, Selasa (19/ 1 /2021).

Baca Juga : Kabar Gembira, Taman Tirta Perpanjang Promo Harga Spesial hingga Akhir Bulan

Beberapa sektor yang dimaksud tersebut, dijelaskan Wahyu, meliputi sektor pariwisata dan agroindustri. ”Investasi pariwisata dan agroindustri itu rata-rata (mengalami kenaikan, red) yang paling tinggi,” timpal Wahyu.

Pernyataan tersebut, dijelaskan Wahyu, juga dikuatkan dengan data dari pemerintah pusat. Di mana, dalam agenda Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Kemitraan Antara Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yang diselenggarakan pada awal pekan kemarin, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo menyebut jika sektor agroindustri atau pertanian surplus hingga puluhan juta dolar.

”Pak Presiden menyebutkan jika sektor perdagangan dengan pertanian nilai surplusnya sampai kisaran 27 juta dolar. Artinya kan berarti sektor agroindustri ini tidak terdampak pandemi Covid-19 sama sekali,” terangnya.

Lantas bagaimana dengan sektor agroindustri di Kabupaten Malang ?

Wahyu menyebut jika faktanya tidak jauh berbeda dengan data pusat. Hanya saja angka surplusnya mencapai kisaran 3 persen. ”Kalau yang terkait dengan usaha yang berbasis pertanian, kita (Pemkab Malang) ekonomi pertaniannya mengalami kenaikan sekitar 3 persen,” terangnya.

Sebagai contoh, dijelaskan Wahyu, adalah agroindustri yang ada di wilayah Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. ”Karena sektor pertanian tidak terdampak langsung dengan pandemi Covid-19, justru pertanian ini malah suplus. Contohnya (investor) dari Perancis yang ada di Bululawang, walaupun pandemi Covid-19 mereka tetap bergerak terus,” ujarnya.

Selain sektor pariwisata dan agroindustri, dijelaskan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara, sektor jual beli tanah juga mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan di era pandemi Covid-19.

Baca Juga : Bisnis Susu Perah Berpotensi Saat Pandemi Covid-19, Hingga Manfaat Bagi Imun Tubuh

Seperti dalam pemberitaan sebelumnya, dampak adanya transaksi tanah tersebut juga mampu mendongkrak pendapatan pajak BPHTB atau bea perolehan hak atas tanah dan bangunan, yang dikelola Bapenda Kabupaten Malang.

Rinciannya, diterangkan Made, dari target pada tahun 2020 yang dipatok Rp 73 miliar. Hingga akhir tahun lalu, Bapenda Kabupaten Malang mampu merealisasi pajak BPHTB hingga nominal Rp 110.259.945.986 , atau mengalami surplus sekitar 51 persen dari target yang telah ditentukan.

”Penyebab tingginya transaksi tanah pada saat pandemi Covid-19 ini kami (Bapenda Kabupaten Malang) tidak tahu secara pasti. Tapi yang jelas untuk penjualan disektor tanah ini masih bagus (di Kabupaten Malang),” ujarnya.

Sekedar informasi, bergeser ke sektor pariwisata, pajak daerah yang dikelola Bapenda Kabupaten Malang terpantau juga mengalami surplus. ”Kalau sektor wisata kan acuannya pajak hotel, restoran, dam hiburan. Nah tahun 2020 lalu, ketiga sektor pajak daerah penunjang pariwisata itu mengalami surplus masing-masing berkisar antara 12 sampai 35 persen,” imbuhnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Malang ini, menerangkan jika dinominalkan pajak daerah penunjang wisata mampu menyumbag Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga belasan miliar. ”Jika ditotal, ketiga sektor pajak daerah itu (hotel, restoran, hiburan) menyumbang PAD Kabupaten Malang sekitar Rp 15 miliar,” tandasnya.

Topik
sektor ekonomi Kabupaten Malang Pandemi Covid 19 Sekretaris Daerah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru