Mulai Dikaji, Dua Titik di Kota Malang ini Bakal Diberlakukan Satu Arah

Jan 18, 2021 11:29
Tampak dua ruas di Jalan Raya Sawojajar yang direncanakan bakal dilakukan rekayasa lalu lintas satu arah, Senin (18/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Tampak dua ruas di Jalan Raya Sawojajar yang direncanakan bakal dilakukan rekayasa lalu lintas satu arah, Senin (18/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan berencana melakukan rekayasa lalu lintas pada tiga titik sekaligus. Tiga ruas jalan itu adalah Jalan Raya Sawojajar dan Jalan Ranugrati, Jalan Tenes dan Jalan Tangkuban Perahu di samping MOG (Mall Olympic Garden) serta di kawasan Fly Over Kedungkandang. 

Rencananya, dua titik diantaranya akan dijadikan satu jalur. Saat ini, tahap pengkajian mulai dilakukan dan ditargetkan bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

Baca Juga : Besok Diresmikan, Ini Sederet Rekayasa Lalin di Kawasan Jembatan Kedungkandang

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Handi Priyanto mengatakan, untuk rekayasa lalu lintas di Jalan Raya Sawojajar, Jalan Ranugrati dan Jalan di kawasan Ruko WOW Sawojajar rencananya akan dibuat satu arah. "Berawal dari arah selatan ke utara. Kemudian yang dari jalan depan ruko itu dari utara ke selatan," katanya.

Lebih lanjut Handi menyampaikan, ruas jalan tersebut memang terlalu kecil dengan volume kendaraan yang selalu padat. Terlebih saat jam-jam sibuk seperti pagi dan sore hari. Sehingga, untuk mengurangi kemacetan, maka direncanakan untuk diubah satu jalur saja. Mulai dari Jalan Ranugrati hingga Jalan Raya Sawojajar atau sebaliknya. 

Selain itu, untuk rencana rekayasa lalu lintas di kawasan Jalan Tenes dan Jalan Tangkuban Perahu disamping Mall Olympic Garden juga bakal dilakukan hal serupa. Handi menyebut bahwa kedua ruas jalan tersebut saat ini digunakan dua arah dan terlihat tidak terlalu lebar. Serta cenderung memiliki tata letak yang menyebabkan bottleneck atau penyempitan jalan. 

"Sehingga dibuat satu arah, apalagi disana banyak usaha. Ada rumah sakit, ada Laboratorium, ada rumah makan, cafe, disimpangan sana jadi agak susah," terangnya. 

Handi menjelaskan, untuk rencana rekayasa lalu lintas dengan penerapan jalur satu arah, Dishub Kota Malang akan melakukan pengkajian terlebih dahulu. Karena dalam forum lalu lintas yang dilakukan beberapa kali, hal tersebut telah disepakati bersama.

"Akan diberlakukan (rekayasa lalu lintas, red), itu hasil rapat dari forum lalin (lalu lintas, red). Nanti menunggu cek lapangan dan apa saja yang dibutuhkan disana. Diharapkan diberlakukan secepatnya," ujarnya. 

Sembari menunggu hasil pengecekan di lapangan, Handi mengatakan bahwa pihaknya juga telah melaporkan kepada pejabat terkait, atas rencana pemberlakuan rekayasa lalu lintas di beberapa ruas jalan yang ada di Kota Malang. 

"Kami juga sudah akan melaporkan ke pimpinan, ke Pak Wali dan Pak Kapolresta mengenai info (hasil, red) forum lalin (lalu lintas, red) itu," imbuhnya. 

Sementara itu, selain dua ruas jalan yang bakal dilakukan rekayasa lalu lintas dengan pemberlakuan sistem satu arah, di kawasan Fly Over Kedungkandang juga akan dilakukan rekayasa lalu lintas. 

Baca Juga : Dishub Kabupaten Malang Prediksi 5 Wilayah yang Bakal Timbulkan Kemacetan Saat Nataru

"Untuk di kawasan Jembatan Kedungkandang, forum lalin mengkoordinasikan dari Muharto itu tidak boleh langsung belok kanan ke arah jembatan. Untuk mengurangi crossing," ungkapnya. 

Lanjut Handi bahwa para pengendara yang dari kawasan Jalan Muharto harus mengarah ke arah utara untuk melakukan putar balik di Jalan Ki Ageng Gribig. Namun untuk pemberlakuan rekayasa lalu lintas di kawasan Fly Over Kedungkandang tersebutasih menunggu OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait untuk melakukan pelebaran jalan. 

"Hanya untuk penerapan itu menunggu PU melebarkan jalan Ki Ageng Gribig. Nah melebarkannya kapan kami belum tahu," terangnya. 

Rencana pemberlakuan rekayasa lalu lintas di dua ruas jalan tersebut disebabkan tingginya tingkat volume kendaraan di Jalan Muharto dan Jalan Ki Ageng Gribig yang menyebabkan crossing akhirnya menimbulkan kemacetan. 

"Titik putar balik dimana, nanti yang menentukan dari PU dan Dishub. Karena untuk putar balik itu akan dipasang median di tengah jalan," tandasnya. 

Handi tidak menyebutkan akan diberlakukan kapan rekayasa lalu lintas untuk jalur satu arah. Namun yang pasti, pihaknya berharap dengan diberlakukan rekayasa lalu lintas menerapkan satu arah di beberapa ruas jalan dapat mengurangi angka kemacetan secara menyeluruh di Kota Malang.

Topik
Pemkot Malang rekayasa lalu lintas Dinas Perhubungan Kota Malang Handi Priyanto

Berita Lainnya

Berita

Terbaru