Bisnis Susu Perah Berpotensi Saat Pandemi Covid-19, Hingga Manfaat Bagi Imun Tubuh

Jan 17, 2021 14:47
Foto istimewa
Foto istimewa

MALANGTIMES- Saat pandemi Covid -19/ Corona ini, produksi susu segar dikatakan masih stabil. Sebab susu masih dibutuhkan dan dikonsumsi bagi masyarakat.

Seperti halnya, produksi susu perah di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Batu. Sekitar 400 warga di Dusun Brau bertumpu pada produksi susu.

Baca Juga : Tingkatkan Kemandirian dan Jiwa Kewirausahaan, Ponpes Bahrul Maghfiroh Produksi Keju Mozzarella

"Total ada 600 sapi di sini mas. Jadi warga semua bergantung pada bisnis ini," ujar Ketua Koperasi Margo Makmur Mandiri Muhammad Munir, Minggu (17/1/2021).

Hasil produksi susu segar dari Dusun Brau ini telah banyak menyuplai berbagai tempat industri maupun usaha-usaha kecil dan luar daerah seperti Bali.

"Total produksi kita mencapai 4.500-5000 per hari dan kita suplai ke Indolakto dan tempat usaha seperti STMJ di Malang," ujarnya.

Sedangkan untuk suplai ke Bali sebelum pandemi, ia memproduksi susu per Minggu mencapai 10.000 liter. Namun saat ini berkurang, kisaran 4.500-5.000 liter per minggunya.

"Kita suplai ke Denpasar dan pemiliknya itu WNA Italy. Ya dia memproduksi yogurt," ujarnya.

Namun saat pandemi Covid-19 ini, menurutnya produksi susu masih dikatakan stabil. Sebab susu menjadi salah satu kebutuhan pokok yang masih dibutuhkan masyarakat.

"Ya untungnya dengan berbisinis produksi susu di saat pandemi ini stabil tidak ada penurunan mas," ujarnya.

Baca Juga : 95 Persen Perusahaan di Indonesia Belum DPLK, Manulife Sebut Pasar Potensial

Selain itu, ia mengimbau pentingnya minum susu bagi imun tubuh di saat pandemi ini.

"Ini yang akan kita gencarkan. Karena manfaat susu itu besar bagi imunitas kita, apalagi di saat pandemi ini. Kami di Brau saja Alhamdulillah tidak ada satu pun yang terpapar covid-19," ungkapnya 

Di sisi lain, Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Batu juga memiliki desa wisata edukasi perah susu sapi. Mulai edukasi pembuatan pakan ternak, pemberian makanan, dan kemudian pemerahan.

"Sebelum pandemi, kunjungan ke desa kami banyak ya. Mulai dari tingkat TK sampai SD. Kalau saat ini sepi, yah ada beberapa datang dari Jawa Tengah dan Jakarta," ujarnya.

Topik
Bisnis Susu PerahPandemi Covid 19susu segarProduksi Susu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru