Kaget Muncul Ular di Stang Motor, Damkar Kota Malang Langsung Evakuasi Ular

Jan 16, 2021 20:40
Yobi Utama (tengah) pemilik sepeda motor, bersama Danru II UPT PMK Kota Malang Anang Yuwono (kanan) saat dikonfirmasi pewarta di Mako Damkar Kota Malang, Sabtu (16/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Yobi Utama (tengah) pemilik sepeda motor, bersama Danru II UPT PMK Kota Malang Anang Yuwono (kanan) saat dikonfirmasi pewarta di Mako Damkar Kota Malang, Sabtu (16/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Seorang pemuda bernama Yobi Utama tampak kaget dengan kemunculan kepala ular yang ada di dalam dek depan stang sepeda motor maticnya.

Dengan kejadian tersebut, Yobi langsung meminta bantuan kepada pihak UPT (Unit Pelayanan Terpadu) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, Sabtu (16/1/2021).  Yobi ketika ditemui di Mako Damkar Kota Malang menjelaskan, awal mula kemunculan ular yang bersemayam di dalam dek stang sepeda motor matic miliknya. 

Baca Juga : Sederet Bencana Awal 2021, Sriwijaya Air hingga Gempa yang Memakan Korban Jiwa

 

"Pada awalnya saya kurang tahu. Tapi yang jelas tadi waktu pagi mau mengantar istri ke tempat kerjanya. Di perjalanan itu nggak tahunya di stang motor kelihatan ada bentuk, saya kira kabel mengkilat gitu. Mulanya saya berfikir, ini ular atau kabel. Kebetulan ular itu tadi nongol kepalanya," jelasnya kepada pewarta ketika di Mako Damkar Kota Malang. 

Lanjut Yobi, dengan melihat adanya ular yang muncul di dek dalam stang sepeda motor matic miliknya, dirinya merasa tidak dapat melakukan evakuasi sendiri. 

"Kalau saya evakuasi sendiri kebetulan saya bukan mekanik. Jadi saya untuk membongkar dek-dek motor saya langsung lari ke mako damkar untuk meminta bantuan," terangnya. 

Kata Yobi, ular tersebut selama perjalanan menuju Mako Damkar Kota Malang tidak menyerang dirinya. Namun hanya membuat kaget dengan kemunculan kepala ular di dek dalam stang sepeda motor. "Kalau menyerang sih nggak. Cuma nongol di stang bikin kaget saja di perjalanan," katanya. 

Sementara itu, Kepala UPT PMK Kota Malang Teguh Budi Wibowo melalui Danru II UPT PMK Kota Malang Anang Yuwono menjelaskan, bahwa saat dilakukan evakuasi terhadap satu unit sepeda motor matic milik Yobi Utama petugasnya tidak mengalami kesulitan. Karena memang telah terbentuk tim untuk mengatasi evakuasi hewan liar. 

"Pada dasarnya damkar punya tim rescue bukan hanya untuk memadamkan api, namun di sini juga dibentuk untuk penyelamatan hewan buas. Termasuk ular, sarang tawon yang sifatnya berbahaya untuk masyarakat. Jadi kita membantu masyarakat menangani hal-hal yang dirasa kesulitan," ujarnya saat ditemui pewarta di Mako Damkar Kota Malang. 

Dikatakan Anang, bahwa ular yang ditemukan di dalam dek dalam sepeda motor matic milik Yobi yakni berjenis ular koros atau yang biasa dikenal dengan ular sawah. 

"Ular jenis koros. Panjangnya kurang lebih satu meter setengah," ucapnya. 

Lanjut Anang, saat dilakukan evakuasi para petugas Damkar Kota Malang tidak mengakami kesulitan yang berarti karena untuk medannya sendiri tidak terlalu sulit. Pasalnya, petugas juga telah mengetahui bagaimana harus bertindak, dikarenakan ular memang memiliki kesenangan di tempat hangat seperti di dalam dek sepeda motor matic. 

Baca Juga : Terkena Serangan Jantung, Mantan Anggota Dewan Meninggal di Tahanan

 

"Kita juga punya teknisi untuk buka kendaraan jadi kita cepat menangani ini. Nggak sampai menyerang petugas. Kalau ularnya tetap siaga mas (nggak tidur, red). Tapi kita punya teknik tersendiri jadi dia nggak begitu menyerang," jelasnya. 

Sementara itu, Anang mengimbau kepada masyarakat Kota Malang agar selalu berhati-hati memarkirkan kendaraannya pada saat di rumah maupun tempat fasilitas publik. 

"Jadi imbauan untuk masyarakat, yang berkenaan dengan hewan melata seperti ular itu seyogyanya kita memberikan untuk antisipasi pewangian jenis wangi-wangi seperti kapur barus, wipol," ungkapnya. 

Hal tersebut dilakukan karena ular hanya dapat melihat sensor. Jadi untuk mengantisipasi untuk terhindar dari ular dengan menghancurkan sensor dari ular tersebut. "Kita untuk menghancurkan sensornya itu menggunakan wewangian seperti kapur barus, wipol. Ini salah satunya untuk penghancur dia punya sensor," imbuhnya. 

Sementara terkait kondisi ular koros yang ditemukan hingga sampai saat ini dalam kondisi sehat dan baik serta telah diletakkan dalam penangkaran yang dimiliki oleh Damkar Kota Malang. 

"Ular ini masih sehat, dia baik kondisinya. Kebetulan belum kita rilis. Kalau toh ada teman-teman dari komunitas biasanya beliaunya itu sering meminta kita untuk memberikan hal-hal berkenaan dengan hewan kesayangan itu," tutupnya.

Topik
Damkar Kota Malang Berita Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru