Eksekutor Kejari Malang Bekuk Buron Terpidana Asusila

Jan 16, 2021 17:21
Terpidana Abdur Rohman (paling depan) saat dijemput tim Kejari Kabupaten Malang (istimewa)
Terpidana Abdur Rohman (paling depan) saat dijemput tim Kejari Kabupaten Malang (istimewa)

MALANGTIMES- Terpidana kasus asusila terhadap anak di bawah umur yang menjadi buronan selama kurang lebih satu tahun akhirnya berhasil dibekuk oleh Tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang, Sabtu (16/1/2021).

Eksekusi terhadap terpidana bernama Abdur Rohman dilakukan di rumahnya di Desa Bulupitu, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Eksekusi langsung dilakukan oleh Kasipidum Kejari Kabupaten Malang Sobrani Binzar, Kasi Intelijen Ardian Wahyu Eko Hastomo, Kasubsi Pra Penuntutan Pidum Misael Asarya Tambunan, Kasubsi Sospol Intelijen M Agung Wibowo, Kasubsi Penuntutan Pidum Rendy Aditya, serta Jaksa Eksekutor Sucihana AP.

Baca Juga : Terjaring Operasi Yustisi, Kurir Sabu Gagal Kirim Narkoba ke Pelanggan

Dari keterangan yang diterima MalangTIMES, eksekusi terhadap terpidana sendiri berdasarkan putusan Pengadilan Mahkamah Agung (MA) RI Nomor : 94 K/Pid.Sus/2019 Tanggal 15 April 2019, yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Di dalamnya, dijelaskan bahwa terpidana terbukti secara sah melakukan tindak pidana sebagaimana pasal 81 ayat 1 dan 2 juncto pasal 76D undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

"Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan swab antigen di Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen, selanjutnya terhadap terpidana dimasukkan ke dalam Lembaga Permasyarakatan (LP) Lowokwaru Malang," terang Kasipidum Kejari Kabupaten Malang, Sobrani Binzar.

"Terpidana telah menjadi buron selama kurang lebih satu tahun, terhitung sejak putusan MA memperoleh kekuatan hukum tetap. Terpidana selalu berusaha bersembunyi dengan cara berpindah-pindah domisili di beberapa tempat," imbuhnya.

Sobrani Binzar menjelaskan bahwa kronologis perkara yang menjerat terpidana Abdur Rohman adalah tindak asusila yang dilakukan terjadi pada April 2017 silam.

Ketika itu, terpidana Rohman bersama beberapa rekannya telah melakukan tindakan asusila terhadap seorang anak di bawah umur berinisial SAS. Saat peristiwa terjadi, SAS masih berumur 12 tahun.

Baca Juga : Kejari Kota Malang: Banyak Oknum yang Mengatasnamakan Kejaksaan Terkait Kasus RPH

"Saat itu korban dipanggil untuk datang ke rumah terpidana, namun korban menolak. Selanjutnya, BY (DPO) menarik tangan korban dan dimasukkan ke dalam rumah terpidana. Saat di dalam rumah, BY dan MS (sudah ditangkap) membekap mulut korban dan secara bergantian menggagahi gadis belia tersebut," ungkap Sobrani.

Setelah BY dan MS puas menggagahi SAS, datang terpidana Rohman bersama IM (DPO) yang mendapat giliran sembari mengatakan 'ayo gantian'.

"Sehingga terpidana menyetubuhi korban sementara BY masih membekap mulut korban, dan hal tersebut dilakukan secara bergantian," lanjutnya.

Dalam hal ini, khusus terpidana Abdur Rohman, berdasarkan putusan MA menjatuhi hukuman 3 tahun penjara dan denda sebesar Rp 2 juta subsider 1 bulan penjara. 

Topik
Berita MalangKejari Malangkasus asusila

Berita Lainnya

Berita

Terbaru