Jokowi Teken Perpres Baru, Warga Dilatih Polisikan Terduga Ekstremis, Ini Alasannya

Jan 16, 2021 09:57
Presiden Joko Widodo (Foto: Tribunnews)
Presiden Joko Widodo (Foto: Tribunnews)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi meneken Perpres Nomor 7 Tahun 2021.  Dalam perpres tersebut, diatur sejumlah program pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE).

Salah satu yang tercantum ialah melatih masyarakat untuk melaporkan terduga ekstremis kepada polisi. Hal tersebut dilakukan lantaran pemerintah ingin meningkatkan efektivitas pelaporan masyarakat dalam menangkal ekstremisme.

Baca Juga : Ambil Segera! Promo Rumah Harga Rp 270 Juta di Taman Tirta Malang Berakhir Besok

"Pelatihan pemolisian masyarakat yang mendukung upaya pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah ke terorisme," begitu bunyi salah satu poin Perpres 7 Tahun 2021.

Selain itu, dijelaskan bahwa program pelatihan ini dibuat untuk merespons keperluan peran kepolisian masyarakat dalam mencegah ekstremisme.

Adanya aturan tersebut diharapkan bisa meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan keterampilan polisi serta masyarakat dalam upaya pencegahan ekstremisme. "Sejumlah peserta terlibat dalam pelatihan pemolisian masyarakat yang mendukung upaya pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme," begitu lanjut bunyi Perpres 7 Tahun 2021.  

Baca Juga : Datangi Expo Property MOG, Dapatkan Diskon Besar Apartemen The Kalindra

Sementara, nantinya pihak kepolisian akan menjadi penanggung jawab program pelatihan tersebut yang bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Topik
Presiden Joko WidodoPerpres Nomor 7 Tahun 2021Badan Nasional Penanggulangan Terorisme

Berita Lainnya

Berita

Terbaru