Legislatif Desak Eksekutif Segera Eksekusi Bangunan Cucian Mobil Depan Exit Tol Madyopuro

Jan 15, 2021 18:29
Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman. (Foto: Dokumentasi MalangTIMES).).
Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman. (Foto: Dokumentasi MalangTIMES).).

MALANGTIMES - Eksekusi bangunan cucian mobil di dekat kawasan exit Tol seksi V Malang-Pandaan atau Madyopuro yang tak kunjung terwujud disoroti oleh legislatif. Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman pun mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk segera mengambil sikap akan kondisi yang tak juga ditemui titik jelasnya.

Padahal, penyelesaian itu menurutnya bisa dilakukan secara kekeluargaan dengan pihak-pihak terkait. "Sebenarnya masalahnya sederhana. Tinggal berkomunikasi secara kekeluargaan kepada pihak cucian mobil dengan baik. Insya Allah masalahnya selesai," ujarnya, Jumat (15/1/2021).

Baca Juga : Edhy Prabowo Tersangka, Fadli Zon dan Sandiaga Uno Dinilai Berpeluang Jadi Menteri KKP

Fuad menyebut, terkait ganti rugi lahan tersebut dinilai cukup dengan mengikuti ketentuan hukum yang berlaku yang telah diatur oleh negara.

"Terkait dengan ganti rugi sebaiknya mengikuti ketentuan yang berlaku. Kalau saya usul agar ganti rugi bisa di angka maksimal sesuai dengan maksimal pembayaran ganti rugi yang bisa dibayar oleh negara," imbuhnya.

Ya, sebagaimana diketahui, pada Oktober 2020 lalu, Pemkot Malang sudah mengantongi surat delegasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terkait eksekusi bangunan tersebut. Yang selanjutnya, hal itu juga telah bersurat kepada pemilik usaha cucian mobil untuk melakukan pembongkaran dengan nilai ganti rugi senilai Rp 198 juta.

Tetapi, hingga awal tahun 2021 ini, proses untuk bisa merealisasikan pembongkaran bangunan tersebut nampaknya masih alot, dan belum ada kejelasan terkait kapan eksekusi itu bisa dilakukan.

Baca Juga : Faktor Ekonomi Penyebab Kematian Ibu Anak, Paslon LaDub Siapkan Program Bersalin Gratis

Lebih jauh, Politisi PKS ini mengharapkan, kedua belah pihak baik Pemkot Malang dan pihak pemilik lahan Cucian Mobil untuk bersikap lebih bijaksana. Artinya, mampu memilah dan bisa mengutamakan kepentingan umum dibandingkan kepentingan pribadi.

"Tolonglah, kedua belah pihak agar mengedepankan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi. Semoga semuanya bisa diselesaikan secara kekeluargaan, tanpa harus merugikan salah satu pihak dan tanpa waktu yang lama. Dan bisa selesai sesegera mungkin," pungkasnya.

Topik
Berita Malangexit Tol Malang Pandaandewan kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru