10 Hari Terapkan E-Parking, Pendapatan Parkir Kota Malang Naik 300 Persen

Jan 15, 2021 15:21
Salah satu pengendara yang mencoba layanan e-parking di areal Stadion Gajayana, Kota Malang. (Foto: Dok. JatimTimes) 
Salah satu pengendara yang mencoba layanan e-parking di areal Stadion Gajayana, Kota Malang. (Foto: Dok. JatimTimes) 

MALANGTIMES - Selama 10 hari dibuka dan diberlakukan, pelayanan sistem e-parking di areal Stadion Gajayana meraup pendapatan setidaknya lebih dari Rp 30 juta. Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Mustaqim saat dihubungi oleh pewarta. 

"Peningkatan sekitar 300 persen. Sebelumnya Rp 1,7 juta per hari. Sekarang 3 juta per hari. Selama 10 hari dibuka sudah sekitar Rp 30 juta lebih," ungkapnya kepada pewarta, Jumat (15/1/2021). 

Lanjut Mustaqim bahwa pihak Dinas Perhubungan Kota Malang bakal menargetkan pelayanan sistem e-parking Stadion Gajayana dapat menyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah) hingga Rp 1,5 Milyar. Karena sistem pelayanan e-parking Stadion Gajayana digunakan masyarakat untuk menuju kawasan Mall Olympic Garden dan Balai Kartini. 

"Kemarin selama 10 hari paling banyak pendapatan pas nggak waktu hujan. Kalau nggak salah hari Jumat itu bisa tembus Rp 5,1 juta," terangnya. 

Mustaqim mengatakan bahwa sistem pelayanan e-parking dinilai telah efektif dan memberikan kemudahan kepada para pengendara yang akan masuk ke wilayah parkir Stadion Gajayana. "Sistem e-parking efektif. Dari segi pendapatan lebih bagus dari pada yang dulu," ujarnya. 

Kata Mustaqim untuk dana yang sementara ini telah terkumpul bakal digunakan untuk mengembangkan dan membangun kembali sistem pelayanan e-parking. 

"Kita usahakan dari dana yang sudah diterima digunakan untuk bangun yang lain. Pertengahan tahun sudah bisa pasang," katanya. 



Untuk titik tambahan pembuatan sistem pelayanan e-parking disampaikan Mustaqim bahwa Dishub Kota Malang bakal ditempatkan di tiga tempat yakni Gedung Balai Kartini, Mini Blok Office dan Terminal Arjosari. 

"Rencananya di Gedung Kartini, Mini Blok Office, Terminal Arjosari. Itu kan pakai anggaran tahun ini (2021, red) sehingga tahun ini harus terpasang," katanya. 

Karena sebelumnya, untuk sistem pelayanan e-parking yang ada di Stadion Gajayana menggunakan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) tahun 2020. Disebutkan Mustaqim bahwa untuk pembangunan satu unit e-parking menghabiskan anggaran lebih dari Rp 200 juta. 

"Itu sudah termasuk proyek jangka panjang. Ndak hafal persisnya ya. Tapi lebih dari Rp 200 juta ya," sebutnya. 

Sementara itu, terkait juru parkir sendiri pihak Dishub Kota Malang telah merekrut beberapa orang untuk mengatur parkir di areal parkir Stadion Gajayana. 

"Untuk jukir kita rekrut 14 orang. Karena yang disana kan mereka. Sudah merekrut, masyarakat jelas berubah," pungkasnya. 

Topik
e parking kota malang lokasi e parking kota malang pendapatan e parking kota malang Berita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru