Terkena Serangan Jantung, Mantan Anggota Dewan Meninggal di Tahanan

Jan 15, 2021 13:48
Mantan anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 Indra Tjahyono. (Foto: Istimewa).
Mantan anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 Indra Tjahyono. (Foto: Istimewa).

MALANGTIMES - Kabar meninggalnya mantan anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 Indra Tjahyono memang cukup mengejutkan bagi orang-orang yang mengenalnya.

Pasalnya, menurut informasi dari rekan separtainya yakni Partai Demokrat, Indra tak pernah terdengar sakit. Namun, pagi ini sekitar pukul 04.30 WIB dikabarkan rekannya meninggal dunia di dalam tahanan Lapas Lowokwaru Kelas I A Malang.

Baca Juga : Syekh Ali Jaber Bukan Dimakamkan di Lombok, tapi di Tangerang, Ini Kata Keluarga

Kepala Lapas Lowokwaru Kelas 1 A Malang, Anak Agung Gede Krisna mengungkapkan, jika  Indra Tjahyono meninggal dunia karena sakit Jantung. Hal tersebut dilihat dari laporan kondisi klinis dirinya yang juga memiliki berbagai macam penyakit bawaan.

Selama ini, sang tahanan tersebut juga selalu dalam pantauan petugas Poliklinik Lapas Lowokwaru.

"Oh nggih (Indra Tjahyono), meninggal karena sakit. Tim dokter memperkirakan meninggalnya karena Jantung. Meninggalnya tadi pagi, kurang lebih pukul 04.30 WIB. Sakitnya ini memang banyak penyakit bawaannya. Ada Jantung, Kencing Manis, terus ada Ginjal, dan dirawat rutin oleh pihak Poliklinik Lapas," ujarnya, Jumat (15/1/2021).

Agung, menceritakan, dua hari sebelum diketahui meninggal dunia, Indra dilaporkan tengah menjalani pemeriksaan dan diberikan sejumlah obat. Bahkan, pagi ini, dijelaskannya dari informasi teman tahanannya juga masih ke kamar mandi.

"Dua hari yang lalu, terakhir pemeriksaan dikasih obat. Tadi pagi menurut informasi dari teman-teman sekamarnya yang bersangkutan masih kencing, terus tidur lagi. Nah, pas salat subuh, teman-temannya kan salat. Karena memang kemarin ada keluhan sakit, yang bersangkutan tidak dibangunin," jelasnya.

Usai para teman tahanannya kembali dari salat subuh, barulah diketahui bahwa politisi Demokrat itu meninggal dunia. Namun, ia memastikan bahwa tidak ada indikasi karena Covid-19.

"Habis salat subuh baru melihat, kok sudah meninggal. Biasanya ikut bangun, minum, beraktivitas lain sebagainya. Tidak ada (indikasi Covid-19), teman-teman juga sudah dilakukan tracing tidak ada indikasi Covid," paparnya.

Berkaitan dengan jenazahnya, Agung menyatakan telah sepenuhnya diserahkan kepada pihak keluarga yang bersangkutan. Di mana pagi ini, pukul 07.30 WIB sudah diserahkan untuk selanjutnya diurusi secara langsung pihak keluarga.

Baca Juga : Syekh Ali Jaber Beri Wasiat kepada Istri: Saya Lahir Besar di Madinah, Siap Mati di Indonesia

"Kami sudah serahkan ke pihak keluarga. Kakaknya beliau kan kebetulan dokter, dan istrinya dokter gigi juga. Sudah diskusi dengan tim dokter kita, terkait sakitnya beliau sampai dengan tadi pagi. Sudah diberikan informasi, pihak keluarga menerima, dan minta untuk segera dibawa pulang, segera di semayamkan" paparnya.

Lebih jauh, Agung mengaku kaget dengan adanya kabar tersebut. Ia mengungkapkan jika sosok Indra Tjahyono dikenal sebagai seorang yang komunikatif selama berada di Lapas Lowokwaru Kelas I A Malang. Bahkan sering memberikan inspirasi bagi teman-teman tahanan yang lainnya.

Selama di dalam tahanan, Agung juga mengungkapkan, bahwa Indra Tjahyono tidak pernah sekalipun menceritakan soal penyakit yang dideritanya. Ia hanya mengetahui jika sosoknya meminum banyak obat-obatan kesehariannya.

"Baik, beliau komunikatif, sering komunikasi dengan saya. Yang bersangkutan sering ngobrol lah ya, kalau pas kami kontrol ketemu, kadang menyampaikan inspirasi dari teman-teman yang lain. Saya termasuk yang kaget, karena beliau setiap ketemu nggak pernah cerita sakitnya kepada saya. Tapi, beliau obatnya banyak yang diminum, karena ada komplikasi, dan keluarga juga menyadari itu," pungkasnya.

Sebagai informasi, Indra Tjahyono merupakan satu dari 22 legislatif di masa itu yang tersandung kasus korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat itu secara resmi menetapkan puluhan orang anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pembahasan APBD-Perubahan tahun anggaran 2015.

Topik
Indra Tjahyono mantan anggota dewan meninggal di tahanan DPRD Kota Malang Partai Demokrat korupsi massal dprd kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru