Bupati Malang Sanusi saat menanggapi pembubaran Kongres Askab PSSI Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Bupati Malang Sanusi saat menanggapi pembubaran Kongres Askab PSSI Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bupati Malang Sanusi turut berkomentar atas dibubarkannya Kongres Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Malang, Kamis (14/1/2021).

Ketika dikonfirmasi melalui telepon selular, orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang ini, justru menanyakan perihal pembubaran kongres yang diselenggarakan di Ruang Anusapati, Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang tersebut.

Baca Juga : Kisah Syekh Ali Jaber yang Lebih Memilih Indonesia sebagai Negaranya Hingga Wafat

”Masak panitia dibubarkan polisi ?, Endaklah, membubarkan sendiri, tidak dibubarkan polisi. Tapi saya memang tidak ngerti juga, cuman tadi ajudan (Memberikan kabar, Red) kalau acaranya batal, gitu saja,” ungkapnya.

Salah satu kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, terkesan tidak menyangka jika kongres Askab PSSI Kabupaten Malang dibubarkan, lantaran dari sepengetahuannya telah ada izin terkait peminjaman Ruang Anusapati, yang dijadikan tempat kongres tersebut.

”Kalau pinjam tempatnya, iya (diizinkan), kan memang boleh pinjam tempat itu. Tapi acara sepenuhnya kan panitia, saya tidak ngerti juga (apakah sudah izin ke pihak terkait lainnya, red),” paparnya.

Seperti yang sudah diberitakan, Kongres Askab PSSI Kabupaten Malang yang diagendakan berlangsung pada Kamis (14/1/2021), pukul 09.00 WIB terpaksa dibubarkan.

Ketika itu, pihak kepolisian yang diketahui dari personel Polsek Klojen dan Polresta Malang Kota, sempat berdiskusi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang, dan panitia penyelenggara.

Hasilnya, pihak terkait terpaksa menghentikan kongres yang juga diagendakan untuk pemilihan Kepengurusan Askab PSSI Kabupaten Malang periode 2021-2025 tersebut, lantaran dianggap tidak mengurus izin ke Gugus Tugas Covid-19 maupun ke pihak kepolisian, terkait penyelenggaraan agenda di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Baca Juga : Guru Besar USU Pemaki SBY-AHY Dulu Pernah Dilaporkan Polisi karena Hina Gereja Advent

Menanggapi hal itu, Bupati Malang Sanusi memilih untuk tidak berspekulasi. Sebab, dirinya hanya mengetahui jika panitia sudah mengajukan izin untuk meminjam tempat. Sedangkan terkait perizinan ke Satgas Covid-19 maupun ke pihak kepolisian, dirinya tidak mengetahui secara gamblang.

”Tidak paham saya, kan cuman pinjam tempat dia (panitia), yang paham soal itu panitia. Cuman terkait pinjam tempat ya diizinkan, itu saja,” tukasnya.

Sekedar diketahui, seperti dalam pemberitaan sebelumnya, Salah satu Kandidat Calon Tetap Ketua Umum (Ketum) Askab PSSI Kabupaten Malang periode 2021-2025, Muhammad Syaroni, juga menuding jika pembubaran kongres pada hari ini merupakan ajang tumbal politik.

Bahkan, pria yang diketahui merupakan warga Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang ini, menuding jika dirinya maju sebagai ketum karena instruksi dari Bupati Malang Sanusi. Lantas, bagaimana tanggapan Sanusi terkait tudingan tersebut. Simak terus pemberitaan selanjutnya hanya di JatimTIMES.com .