Suasana Kejari Kota Malang sedang melakukan penggeledahan di kantor RPH, Jalan Raya Gadang, Kamis (14/1/2021)
Suasana Kejari Kota Malang sedang melakukan penggeledahan di kantor RPH, Jalan Raya Gadang, Kamis (14/1/2021)

MALANGTIMES- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang lakukan penggeledahan di Kantor Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang di Jalan Raya Gadang, Kamis (14/1/2021).

Tim melakukan penggeledahan terkait perkara penganggaran penggemukan sapi anggaran tahun 2017-2018.

Baca Juga : Tertangkap Tangan Edarkan Ganja dan Sabu, Warga Blimbing Ditangkap Jajaran Polsek Sukun

Dalam penggeledahan tersebut belum ditemukan bukti. Hanya beberapa bukti yakni berupa pengeluaran keuangan. Hal tersebut dikatakan oleh Kasi Pidsus Kejari Kota Malang, Dino Kriesmiardi.

"Jadi ada beberapa alat bukti yang belum kita dapatkan. Hanya terkait pengeluaran keuangan. Intinya seperti itu," ujarnya.

Dalam penggeledahan tersebut ada 12 tim dari Kejari. Di antaranya 6 penyidik, 3 pidsus dan 3 Intel pengamanan.

"Yang kita periksa ruangan Kasubag Keuangan dan ruangan bendahara. Berkas sudah kita kumpulkan. Hampir 20 saksi yang sudah kita periksa dan selama penggeledahan berjalan dengan lancar," ujarnya.

Diketahui pemberitaan Malang Times sebelumnya, dalam kasus ini,  mantan Plt Direktur RPH Kota Malang tahun 2018 AA Raka Kinasih (43), ditetapkan sebagai tersangka. Warga Jl Taman Agung, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, itu sudah ditahan petugas Kejaksaan Negeri Kota Malang.

Baca Juga : Praperadilan Rizieq Shihab Ditolak, Status Tersangka Sah

 

Peran tersangka adalah melakukan kerja sama pembelian dan pemeliharaan sapi. Nilai kerugian Pemerintah Kota Malang diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar.

Tersangka terlibat kerja sama pengembangan sapi dengan pihak ketiga terkait pembelian dan pemeliharaan sapi. Modusnya, kerja sama itu tidak diikuti perjanjian. Sapi yang dibeli tidak sesuai dengan yang datang. Penyewaan fasilitas RPH tidak dibayar.