Ilustrasi. (Foto: Istimewa).
Ilustrasi. (Foto: Istimewa).

MALANGTIMES - Lonjakan angka kematian kasus Covid-19 di Kota Malang terus diupayakan untuk diminimalisir. Sampai Rabu (13/1/2021) kemarin, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal tercatat sebanyak 417 orang dari total kasus sebanyak 4.391 orang.

Sisanya, berhasil sembuh sebanyak 3.662 orang dan masih aktif dalam pemantauan sebanyak 312 orang.

Baca Juga : Sekretaris Komisi D Ajak Masyarakat Patuhi Prokes lewat Ceramah Agama

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan kematian akibat Covid-19 yang cukup tinggi disinyalir adanya keterlambatan penanganan. Di mana, pasien saat dirujuk ke rumah sakit mengalami gejala yang cukup berat.

Sehingga, pasien harus mendapatkan perawatan kesehatan yang cukup tinggi dan membutuhkan fasilitas alat ventilator.

"Kenapa tingkat kematian kita tinggi karena memang rata-rata mereka masuk ke rumah sakit ini posisinya dalam posisi dia sudah saturasinya di bawah 90-80, sehingga langsung membutuhkan ventilator," katanya.

Lebih jauh, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Sri Winarni, menjelaskan selain kondisi pasien saat dirujuk ke rumah sakit dalam kondisi gejala berat yang parah, ketersediaan fasilitas alat ventilator juga terbatas.

Sebab, rumah sakit rujukan dengan ketersediaan ventilator dikatakannya kerap penuh. Sehingga, mengharuskan pasien Covid-19 yang membutuhkan alat ventilator dikirim ke rumah sakit rujukan di kota lain yang masih tersedia.

"Salah satunya itu (kondisi pasien saat dirujuk dengan kategori gejala berat). Maka kalau ada pasien yang membutuhkan ventilator di Kota Malang, dan sementara sudah penuh maka oleh rumah sakit dikoordinasikan di rumah sakit-rumah sakit lain yang tersedia," ungkapnya.

Baca Juga : Kota Batu Bertahan di Zona Orange, 2 Hari Tambah 14 Pasien Konfirm Covid-19

Ia menjelaskan, ketersediaan ruang isolasi dengan ketersediaan alat ventilator di Kota Malang sejumlah 34 ruang isolasi. Jumlah tersebut terbagi di beberapa rumah sakit rujukan Covid-19.

Yakni, di Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar (RSSA) sebanyak 10, di Rumah Sakit Tentara Soepraoen sebanyak 8, Rumah Sakit Lavalette ada 6, Rumah Sakit Islam Unisma sebanyak 6, Rumah Sakit Islam Aisyiah sebanyak 2 dan Rumah Sakit Hermina Tangkuban Perahu sebanyak 2.

Meski begitu, Dinkes Kota Malang masih belum ada rencana pengajuan penambahan alat ventilator lagi. Karena, untuk menambah alat harus juga dipenuhi untuk ketersediaan tempat, hingga tenaga kesehatan yang mengoperasikan alat tersebut.

"Untuk ventilator itu pendukungnya adalah sarana prasarana yang lain. Mulai ketersediaan tempat, juga ketersediaan tenaga kesehatan yang mengoperasionalkan," tandasnya.