Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang dr Dina Diana Permata saat ditemui di Rumah Sakit Baptis, Rabu (13/1/2021).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang dr Dina Diana Permata saat ditemui di Rumah Sakit Baptis, Rabu (13/1/2021).

MALANGTIMES - Vaksinasi covid-19 dimulai hari ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama yang divaksin.

Terkait vaksinasi covid, BPJS Kesehatan diberi amanah untuk menyiapkan aplikasi fasilitas kesehatan (faskes)  vaksin. Yakni P-Care (Primary Care) Vaksin.

Baca Juga : Hari ini Tambahan Pasien Konfirmasi Kembali ke Angka Dua Digit, 9 Kesembuhan di Kota Batu

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang dr Dina Diana Permata menjelaskan, aplikasi ini ditujukan pada fasilitas kesehatan. BPJS Kesehatan telah ditunjuk sebagai vaksinator oleh Dinas Kesehatan.

Aplikasi tersebut tentunya berbasis web dan akan diakses oleh fasilitas yang ditunjuk oleh Dinkes. "Jadi, tidak semua bisa mengakses aplikasi ini. Di dalam aplikasi ini, nanti akan diberikan data peserta yang akan menjadi sasaran untuk dilakukan vaksin," ujarnya saat ditemui di Rumah Sakit Baptis, Kota Batu, Rabu (13/1/2021).

Menurut Diana, masing-masing fasilitas kesehatan akan mendapatkan data peserta yang berbeda-beda. "Sehingga khusus diberikan user dan password-nya untuk faskes yang sudah ditunjuk dan di-SK-kan oleh kepala Dinkes," ujarnya

Di Kota Batu sendiri ada 9 faskes yang sudah ditunjuk oleh kepala Dinkes. Baik itu puskesmas maupun rumah sakit.

Sesuai dengan tahapan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, penerima vaksin diprioritaskan  tenaga kesehatan, pejabat daerah, pemberi layanan publik, serta masyarakat tergolong rentan dari segi sosial ekonomi, dan masyarakat umum.

Baca Juga : Ini Dia, 10 Penerima Pertama Vaksin Covid-19 di Kabupaten Malang, Termasuk Namamu?

"Target sasaran ini kan nanti ada indikatornya. Nah yang menyaring adalah dari KPC PEN. Jadi, sifat datanya itu top down (dari atas ke bawah). Yang akan mendistribusikan data ini ke masing-masing faskes. Jadi, fungsinya benar-benar sudah tersaring. Seperti usia kan ada batasnya 18-59 tahun," jelas Diana.

Setelah itu, ada penyaring kedua melalui scanning dan berbagai pertanyaan oleh tenaga kesehatan "Scanning untuk mengecek apakah ada penyakit bawaan atau tidak. Jika ada penyakit bawaan, ya kami tunda dulu," ujarnya.