Walikota Malang, Sutiaji yang mengkukuhkan pengurus DPKM (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Walikota Malang, Sutiaji yang mengkukuhkan pengurus DPKM (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Usai dilakukan pengkukuhan, Dewan Pendidikan Kota Malang (DPKM) diharapkan segera melakukan tugas dan fungsinya. Utamanya dalam menyeimbangkan kualitas lama pendidikan pada semua kecamatan di Kota Malang.

Seperti yang disampaikan Wali Kota Malang sebelumnya saat pengkukuhan para pengurus DPKM, masih terdapat ketidakseimbangan pendidikan antara setiap kecamatan yang tersebar di Kota Pendidikan ini.

Baca Juga : Raih Lisensi, Mahasiswa Unisma Kini Lulus Bisa Bawa Sertifikat Profesi

 

Dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Kecamatan Kedungkandang masih sedikit tertinggal lama pendidikannya jika dibandingkan dengan Kecamatan, Lowokwaru, Klojen, Sukun dan Kecamatan Blimbing.

"Masih ada anak usia-usai sekolah menikah. Pengadilan Agama datang ke kami, dan menyampaikan tingkat dispensasi masih tinggi. Rekornya masih dimiliki Kedungkandang. Jadi SMP nggak melanjutkan tapi langsung menikah, " jelas Sutiaji.

Karena itu, pihaknya meminta untuk DPKM membuat sebuah improvisasi, inovasi dan trik-trik untuk bisa turut menyeimbangkan ketertinggalan pada Kecamatan Kedungkandang.

"Kami mohon dorongannya, tentu trik apa yang perlu dikuatkan, disinilah diperlukan improvisasi dan inivasi dari DPKM," ungkapnya.

Sementara itu, pengurus DPKM Dr. Nur Fajar Arifin M.Pd, menjelaskan, untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya bersama pengurus DPKM yang lain akan segera melakukan gerakan.

Baca Juga : UIN Maliki Malang Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru Dari Fakultas Saintek

 

Permasalahan seperti yang disampaikan Walikota Malang nantinya akan menjadi salah satu parameter DPKM dalam membuat sebuah inovasi untuk mewujudkan keseimbangan pada semua kecamatan.

"Kita akan desain agar keseimbangan antara kecamatan di Kota Malang ini, IPM nya semua warga kita berikan kesempatan untuk bisa mengikuti pendidikan di dasar maupun lanjutan. Tentu ada strategi yang dimatangkan," ungkapnya.

Lanjutnya, salah satu strategi itu, dikatakannya adalah "Pendidikan Satu untuk Kota Malang". Program ini tentunya akan dijadikan sebagai salah satu ikon yang itu nantinya melibatkan semua stakeholder.