Sriwijaya Air (Foto:  exposenews.id)
Sriwijaya Air (Foto: exposenews.id)

MALANGTIMES - Peristiwa tenggelamnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Sabtu (9/1/2021) hingga kini masih menyisakan duka.  

Tim SAR gabungan pun sampai saat ini masih terus melakukan evakuasi terhadap para korban kecelakaan.  

Baca Juga : Pemkab Malang Siapkan Mobil Refrigerator untuk Distribusikan Vaksin Covid-19

Peristiwa nahas ini tentunya akan menjadi momen yang susah dilupakan.  

Terlebih bagi para keluarga korban yang ditinggalkan.  

Perlu diketahui, dalam pesawat Sriwijaya Air SJ-182 ini mengangkut 6 awak aktif, 40 dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi dan 6 awak penumpang.

Seakan ingin menjadikan peristiwa ini sebagai sejarah, Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu memutuskan untuk membangun monumen Sriwijaya Air SJ-182. 

Monumen akan dibangun di Pulau Lancang, Kelurahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Kepulauan Seribu Junaedi.  

Baca Juga : Guru Besar USU Pemaki SBY-AHY Dulu Pernah Dilaporkan Polisi karena Hina Gereja Advent

Ia mengatakan pembuatan monumen ini dilakukan dengan tujuan untuk mengenang korban Sriwijaya Air SJ-182.

“Kami berencana akan membangun monumen. Di monumen itu nanti tertulis nama-nama korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182,” ujar Junaedi.

Lebih lanjut, Junaedi mengatakan jika monumen ini nantinya akan menjadi sejarah dan juga tempat ziarah bagi keluarga korban.  

Untuk pembuatan monumen ini, Junaedi mengatakan jika pihaknya akan menggandeng PT Angkasa Pura II.