Berikut Sederet Kebijakan di Ponpes Selama PPKM Berlangsung di Kabupaten Malang

Jan 12, 2021 19:18
Jajaran Forkopimda Kabupaten Malang saat melakukan rakor sosialisasi kesiapan PPKM (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Jajaran Forkopimda Kabupaten Malang saat melakukan rakor sosialisasi kesiapan PPKM (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bupati Malang Sanusi menegaskan jika selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), seluruh pondok pesantren (Ponpes) yang ada di Kabupaten Malang, dilarang untuk menerima para wali santri yang ingin berkunjung.

”Selama PPKM kunjungan wali murid terhadap pondok itu dihentikan dulu, tidak ada kunjungan wali santri,” tegasnya.

Baca Juga : LP Ma'arif NU Sambut Tahun Ajaran Baru 2021/2022 dengan GSM

Selain melarang adanya agenda “sambang” santri, Bupati Malang juga mengimbau agar kegiatan pembelajaran di lingkungan pondok pesantren dilakukan secara daring.

Menurutnya, sederet kebijakan di lingkungan pondok pesantren selama PPKM tersebut, dilakukan guna menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Malang.

”Sesuai instruksi Mendagri (Menteri Dalam Negeri) selama PPKM berlangsung harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring atau online,” jelasnya.

Sekedar informasi, penerapan PPKM di Kabupaten Malang berlangsung mulai kemarin (Senin 11/1/2021) hingga 25 Januari 2021 mendatang.

Sementara itu, guna memastikan PPKM diterapkan di Kabupaten Malang, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang, juga akan rutin menggelar silahturahmi dan patroli ke sejumlah pondok pesantren dan titik rawan kerumunan.

Seperti yang sudah diberitakan, pada Senin (11/1/2021) malam, rombongan Forkopimda dan institusi terkait terpantau menggelar silahturahmi ke ponpes dan patroli ke beberapa kafe yang ada di Kabupaten Malang.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan Forkopimda Kabupaten Malang juga menyempatkan diri untuk silahturahmi ke Pondok Pesantren Al-Rifa'i, yang berlokasi di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Dalam kesempatannya,  Pengasuh Pondok Pesantren Al-Rifa'i 2, KH Muflih Zamachsyari, menyampaikan jika pelarangan kunjungan wali santri selama PPKM, sudah diterapkan sesuai dengan instruksi dari Forkopimda Kabupaten Malang.

”Kunjungan wali santri kita berhentikan sementara dalam bulan-bulan ini, sampai dengan akhir bulan (Januari 2021, red), kan saat ini PPKM,” terangnya.

Baca Juga : UIN Maliki Malang Keluarkan Surat Edaran, Ada 13 Ketetapan terkait Situasi Pandemi Terkini

Selain melarang kepada para wali santri untuk sambang ke pondok pesantren, KH Muflih Zamachsyari, mengaku juga sudah mempersiapkan tempat isolasi khusus jika memang hal yang tidak diinginkan, yakni ada santri yang terpapar Covid-19 ditemukan di pondok pesantren yang diasuhnya.

”Kami sudah siap, jadi mulai awal, dari dulu waktu ada Covid-19 kita sudah siapkan, dan ini hanya melanjutkan saja. Jadi kesiapan itu (PPKM) sudah ada dan juga sudah disiapkan ruang isolasi,” tukasnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun media online ini, beberapa pondok pesantren di Kabupaten Malang juga telah menerapkan PPKM sesuai dengan Instruksi Mendagri nomor 1 tahun 2021.

Salah satunya adalah Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1, Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Dalam surat edaran nomor 016/PPRU/6849/A-1/1/2021, sedikitnya tertulis 4 kebijakan yang diberlakukan selama PPKM berlangsung. Ke empat poin itu meliputi : 

  1. Kunjungan santri (putra/putri) yang sejatinya diadakan pada 14 hingga 18 Januari ditiadakan
  2. Kiriman berupa uang dilakukan via transfer melalui rekening pesantren
  3. Kiriman berupa barang melewati petugas jaga, tanpa ada interaksi sedikitpun antara wali dan santri
  4. Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Ponpes tidak menerima tamu.

 

Topik
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Berita Lainnya

Berita

Terbaru