Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata saat merilis ungkap kasus peredaran Pil LL di Mapolresta Malang Kota, Selasa (13/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata saat merilis ungkap kasus peredaran Pil LL di Mapolresta Malang Kota, Selasa (13/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Jajaran Polresta Malang Kota berhasil amankan seorang bandar Pil LL bernama Anang Agus Sasminto alias Bolang (32). Dari tangan pelaku, polisi berhasil amankan setidaknya 2.492.000 butir Pil LL yang tersimpan di beberapa tempat. 

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata menjelaskan bahwa pengungkapan peredaran Pil LL dengan pelaku Anang Agus Sasminto diawali dari penangkapan pelaku perempuan yang tertangkap tangan dengan inisial DTR (26) yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga bertransaksi di Jalan Rajawali, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang. 

Baca Juga : Hadapi PPKM, Polresta Malang Siap Tingkatkan Operasi Yustisi

 

"Di tangkap pertama DTR pada tanggal 7 januari 2021 pukul 12.30 WIB. Dari DTR didapat barang bukti dua botol, tiap botolnya seribu butir dengan harga Rp 650.000. Hasil pengakuannya, (Pil LL, red) di dapat dari Bolang. Lalu di kembangkan dan dilakukan penangkapan pada Bolang, 8 januari 22.00 di Tirtomoyo, Pakis," jelasnya saat gelar ungkap kasus peredaran Pil LL di Mapolresta Malang Kota, Selasa (12/1/2021). 

Lanjut Leo bahwa saat dilakukan penangakapan terhadap Anang Agus Sasminto alias Bolang (32), didapati barang bukti 75 botol putih berisi Pil LL. Di mana masing-masing botol berisi 1.000 butir Pil LL, sehingga total 75.000 butir Pil LL. 

"Ada juga 117 plastik yang berisi Pil LL, masing-masing plastik berisi 1.000 butir, sehingga memiliki total 117.000 butir. Lalu juga diamanjan satu unit hp (handphone, red)," bebernya. 

Tidak berhenti disitu, jajaran Polresta Malang Kota juga melakukan penggeledahan di tempat lainnya yang disinyalir menjadi gudang tempat penyimpanan Pil LL yang beralamat di Jalan Tenis Meja, Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru. 

"Dari gudang penyimpanan di Tasikmadu itu terdapat 23 box (kardus, red) yang masing-masing boxnya berisi 100.000. Dalam packaging ada perbedaan, ada yang ditaruh kotak kayu, kotak plastik ada yang bentuk craping hitam. Barang berasal dari Jakarta menggunakan kereta api, saat ini kita kembangkan lagi. Total 2.492.000 butir," jelasnya. 

Perwira menengah dengan tiga melati di pundaknya tersebut menambahkan bahwa untuk kasus akan dikembangkan lagi dengan terduga pelaku berinisial M asal Jakarta yang mengirimkan jutaan Pil LL tersebut. 

Baca Juga : Reskrim Gelar Sertijab, Kapolresta Malang Tekankan Hal Ini

 

"Ini bukan nilai kecil, tapi ini nilainya tinggi. Hasil pengakuan tersangka sudah melakukan tujuh bulan. Tersangka Bolang dapat komisi Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu per pengiriman dari terduga pelaku M," ujarnya. 

Untuk motif dari kedua tersangka ini disampaikan Leo bahwa untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. "Kedua pelaku ini sudah saling mengenal dengan motif menambah uang. Kalau sama M hanya by phone. Dua duanya baru kali ini melakukan tindak pidana dan kita proses," tutupnya. 

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 197 atau pasal 196 Undang-Undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara. 

Sebagai informasi, pihak kepolisian Polresta Malang Kota terus melakukan pengembangan kasus terkait peredaran Pil LL. Karena jumlahnya yang hingga jutaan butir tersebut, merupakan salah satu ungkap kasus terbesar selama Leo menjabat sebagai Kapolresta Malang Kota.