Raih Lisensi, Mahasiswa Unisma Kini Lulus Bisa Bawa Sertifikat Profesi

Jan 12, 2021 14:36
Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri, MSi (kiri) saat memaparkan diraihnya sertifikasi lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Unisma. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri, MSi (kiri) saat memaparkan diraihnya sertifikasi lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Unisma. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) mengeluarkan lisensi kepada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Islam Malang (Unisma). Dengan begitu, kampus yang berdiri sejak tahun 1981 itu berhak melakukan sertifikasi atas 10 skema kompetensi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

"Universitas Islam Malang baru saja mendapat lisensi untuk menjadi satu lembaga sertifikasi profesi. Ada 10 skema tahap pertama ini yang sudah diberikan wewenang ke kita untuk menyelenggarakan sertifikasi, terutama bagi lulusan Unisma," kata Rektor Unisma, Prof Dr H Maskuri, MSi, Selasa (12/1/2021).

Baca Juga : Kukuhkan Pengurus DPKM, Ini Harapan Wali Kota Sutiaji

10 skema tersebut, dikatakannya, terbagi di 8 Fakultas yang dimiliki Unisma. Di antaranya Fakultas Peternakan untuk klaster pengelolaan produksi ternak, Fakultas Administrasi untuk klaster pengelolaan keuangan jasa pelayanan dan suku cadang, Fakultas Pertanian untuk supervisor penyuluh pertanian.

Kemudian, Fakultas Teknik untuk klaster manager energi di industri dan bangunan gedung. Lalu, Fakultas Keguruan dan Pendidikan pada klaster asisten administrasi eksekutif dan klaster penyiapan konten program siaran.

Selanjutnya, Fakultas Hukum untuk klaster asisten analisis kebijakan. Fakultas Matematika dan IPA pada klaster penanggungjawab pengendalian pencemaran air. Serta, Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang terbagi menjadi 2, yaitu sertifikat VI teknisi akuntansi ahli, dan sertifikat VI keahlian tenaga pemasar manajerial.

Maskuri menyebut, dari 10 skema tersebut Unisma sudah memiliki 29 asessor yang nantinya masih akan dilakukan penambahan di tahun 2021-2022.

"Insya Allah juga nanti kita akan menambah asessor lagi. Jadi di tahun 2021-2022 kita akan tambah, baik itu skema maupun asessor," imbuhnya.

Dengan adanya lisensi tersebut, Unisma menjamin bagi mahasiswanya yang telah lulus akan memiliki sertifikasi lisensi. Di mana hal itu diharapkan akan menjadikan para alumni memiliki daya saing di dunia kerja.

Baca Juga : Presiden Jokowi dan Mendikbud Orasi Ilmiah di Rapat Senat Terbuka UB ke-58

"Daya saing lulusan untuk bekerja, baik di perusahaan-perusahaan maupun di lembaga-lembaga yang terkait sesuai dengan disiplin ilmu atau profesi mahasiswa," terangnya.

Terobosan ini juga akan lebih mempermudah lulusan Unisma untuk bersaing di dunia kerja di negara-negar berkembang. Mengingat, sertifikasi profesi tersebut saat ini menjadi syarat khusus bagi hampir seluruh perusahaan.

Sehingga, mahasiswa lulusan Unisma tak hanya membawa pulang ijazah, transkrip nilai, dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) saja. Melainkan, dilengkapi dengan sertifikat uji kompetensi sesuai dengan skema yang dipilih.

"Sertifikasi lisensi atau sertifkator profesi ini menjadi penting. Jadi bukan sekarang ini sudah cukup dengan ijazah, tetapi ada sertifikat lisensi yang menjamin terhadap dia mau memilih profesi tertentu dan dia memiliki kemampuan untuk melakukan tugas sesuai dengan profesinya itu," tandasnya.

Topik
Prof Dr H Maskuri MSiMahasiswa UnismaSertifikat Profesi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru