Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat memperingatkan salah satu gerai handphone di Kepanjen pada masa PPKM, Senin (11-1-2021) malam. (Hendra Saputra)
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat memperingatkan salah satu gerai handphone di Kepanjen pada masa PPKM, Senin (11-1-2021) malam. (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Polres Malang pada hari pertama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) langsung turun ke jalan memberikan peringatan kepada perniagaan yang masih buka di atas pukul 19.00 WIB.

Dipimpin langsung oleh Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, operasi PPKM yang juga diikuti TNI dan Satpol PP pada Senin (11-1-2021) malam itu lebih pada mengingatkan perniagaan yang belum begitu paham tentang aturan jam tutup.

Baca Juga : Operasi Yustisi Selama PPKM, Tim Satgas Bakal Keliling Kota Batu Sehari Dua Kali

Pantauan media ini di lapangan, banyak perniagaan yang belum paham kapan harus menutup tempat usahanya. "Mas, mulai besok (hari ini, red) toko harus tutup pukul 7 (19.00 WIB) karena sekarang Malang) ikut PPKM," kata Hendri mengingatkan salah satu gerai handphone di depan Pasar Kepanjen.

"Bukannya tutup jam 8 (20.00 WIB), Pak," sahut salah satu karyawan gerai handphone tersebut.

"Tidak, aturan yang benar itu jam 7. Mulai besok semua toko tutup jam 7," pesan Hendri.

Jawaban salah satu karyawan gerai handphone itu menunjukkan bahwa beberapa toko masih belum memahami aturan PPKM yang telah diberlakukan sejak tanggal  11 hingga 25 Januari tersebut.

Patroli skala besar Polres Malang pada hari ini PPKM menyasar  wilayah Kepanjen dan Gondanglegi. Di Kepanjen, perniagaan dinilai lebih tertib. Hampir 80 persen toko jam tutup pukul 19.00 WIB.  "Tapi tadi ada yang masih buka. Alasannya mereka belum menerima surat edaran. Tapi dalam surat edaran dari pusat ataupun gubernur, sudah jelas bahwa selama dua minggu ke depan perniagaan tutup pukul 19.00," ucap Hendri.

Selain perniagaan, Polres Malang juga menyasar seluruh kafe yang berada di Kepanjen dan banyak yang  masih melakukan aktivitas. "Kami juga cek beberapa kafe di daerah Kepanjen. Ada tadi yang lampunya dimatikan ternyata di dalam masih ada kegiatan," ungkap Hendri.

Baca Juga : Kesadaran Prokes Perlu Ditingkatkan, Tahun Lalu Denda Terkumpul Rp 65Juta

Sementara dii wilayah Gondanglegi sendiri masih banyak terlihat warung yang masih menjajakan dagangannya. Hal itu membuat personel yang melakukan patroli langsung berhenti dan memberikan imbauan agar bisa menaati aturan jam  tutup pukul 19.00 WIB.

"Lalu ada di Gondanglegi. Bisa dilihat tadi memang banyak warung yang masih buka. Tapi sudah kami beri imbauan agar segera ditutup dan besok (hari ini, red) harus tutup pukul 7," ujar kapolres.

Untuk sanksi bagi yang tidak mengindahkan aturan jam tutup, Hendri mengaku bahwa masih memberlakukan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 2 Tahun 2020. "Sanksi nanti kami akan mengacu pada perbup yang lama, yang di dalamnya seperti tempat yang masih buka nanti akan dilakukan penindakan seperti penutupan izin usaha atau kami panggil," pungkasnya.