Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata saat meninjau kampung tangguh di wilayah Kelurahan Polehan, Kota Malang. (Foto: Dok. JatimTimes) 
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata saat meninjau kampung tangguh di wilayah Kelurahan Polehan, Kota Malang. (Foto: Dok. JatimTimes) 

MALANGTIMES - Optimalisasi Kampung Tangguh bakal dilakukan Polresta Malang Kota. Itu menyusul diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Pendidikan ini selama dua minggu terhitung mulai tanggal 11-25 Januari 2021. Hal itu sebagaimana diutarakana oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata.

"Ada juga penekanan dari Pak Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta untuk menggelorakan terus kampung tangguh. Jika kondisinya Positive Rate naik, kita akan tekankan adanya ruang isolasi khusus," akata Leonardus Simarmata saat ditemui pewarta di Mapolresta Malang Kota, Senin (11/1/2021). 

Lanjut Leo-panggilan akrab Leonardus Simarmata, bahwa untuk ruang isolasi khusus nantinya bakal dicek juga terkait ketersediaan bed, ruangan, termasuk sembako, makanan ringan hingga obat-obatan. "Itu yang kita harapkan (ruang isolasi khusus, red). Mungkin kalau bisa dua sampai tiga Bed atau empat Bed itu akan sangat baik. Ada yang punya lebih malah bagus," tuturnya. 

Perwira menengah dengan tiga melati di pundaknya ini juga menambahkan bahwa ruang khusus isolasi di masing-masing Kampung Tangguh ini akan diberlakukan kepada masyarakat yang tergolong OTG (Orang Tanpa Gejala). 

"Daripada di rumah, lebih baik dikhususkan di satu tempat isolasi khusus. Kita punya kewajiban untuk suplai makanan," kata perwira polisi yang juga menjabat sebagai Wakil Komandan Satgas Covid-19 Kota Malang ini. 

Terkait dengan suplai obat-obatan, dikatakan Leo bahwa pengurus di tingkat RW diimbau agar segera berkoordinasi dengan Puskesmas (pusat kesehatan masyarakat) terdekat. "Obat-obatannya bekerja sama dengan puskesmas. Dengan teman-teman (pengurus, red) di RW, langsung ke ketua RW nya. Nanti kita koordinasikan dengan puskesmas. Rata-rata tiap kecamatan ada tiga sampai empat puskesmas," bebernya. 

Lebih lanjut, Leo mengatakan bahwa pihaknya juga mendapatkan laporan bahwa pihak kepengurusan Kampung Tangguh merasa ketakutan untuk mendistribusikan obat-obatan bagi pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri. 

"Mereka takut mau mendistribusikan, tenaganya kurang karena banyak yang terpapar dari puskesmas. Nanti dari Babinsa dan Babinkamtibmas akan ambil, kita yang distribusikan ke pasien. Karena Obat-obatnya banyak dan khusus seperti vitamin c, vitamin d, vitamin e dan lain-lain," tandasnya.