Ngadi Suwito saat menunjukkan foto pernikahan Mulyadi tiga bulan lalu (foto : Ulum Pitek / Jatim TIMES)
Ngadi Suwito saat menunjukkan foto pernikahan Mulyadi tiga bulan lalu (foto : Ulum Pitek / Jatim TIMES)

MALANGTIMES - JEMBERTIMES-Tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 jurusan Jakarta-Pontianak pada Sabtu (9/1/2021) lalu, ternyata juga menjadi duka bagi Ngadi Suwito warga Dusun Krangkengan, Desa Tegalwangi Umbulsari, Jember.

Mulyadi salah satu keponakannya yang kini tinggal di Pontianak menjadi korban tragedi SJ 182 bersama dengan Mahrufatul Yetti Hasanah istrinya serta salah satu pembantu rumah tangganya. Mereka termasuk dari 62 penumpang Sriwijaya Air.

Baca Juga : Hasil Terbaru Evakuasi Pesawat Sriwijaya Air, Ditemukan Potongan Tangan hingga Pakaian Korban

“Iya keponakan saya bersama istri dan anaknya menjadi korban Sriwijaya Air. Saya baru tahu setelah adik saya (orang tua Mulyadi, red) menghubungi saya kemarin. Kami sekeluarga sangat terpukul, sebab keponakan saya baru 3 bulan menikah,” ujar Ngadi.

Ngadi menceritakan, saat keponakannya masih berada di Jakarta, ia sempat melakukan video call dengannya, bahkan saat itu keponakannya meminta kepada dirinya untuk segera berangkat ke Pontianak.

“Saat mau pulang ke Pontianak, keponakan saya sempat video call dengan saya. Pak de, ndang budal rene, lak suwe sampean iso ora ketemu aku maneh (Pak de cepat ke sini, kalau kelamaan sampean gak bisa ketemu saya nanti, red),” ujar Ngadi menirukan ucapan keponakannya.

Rupanya perkataan Mulyadi tersebut menjadi firasat pamitan keponakannya kepada dirinya yang tidak disadari.

Baca Juga : Kabar Bahagia! Ponari Dukun Cilik Asal Jombang Jadi Ayah

“Padahal rencana saya Rabu besok saya berangkat ke Pontianak. Saya cuma bisa mendoakan dari sini, semoga ada keajaiban. Kalau memang sudah takdirnya, semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya,” pungkas Ngadi.