Amankan 574 Kendaraan, Satlantas Polres Malang Limpahkan ke Reskrim jika Bodong

Jan 10, 2021 16:54
Kasat Lantas Polres Malang AKP Ady Nugroho di Stadion Kanjuruhan, Minggu (10/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Kasat Lantas Polres Malang AKP Ady Nugroho di Stadion Kanjuruhan, Minggu (10/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Malang  mengamankan 574 kendaraan bermotor yang terjaring razia balap liar pada Minggu (10/1/2021). Dari ratusan kendaraan yang diamankan itu, jika ditemukan ada yabg bodong (tidak ada surat-suratnya), akan dilimpahkan ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Malang. 

"Sebagai pintu masuk untuk pengembangan penyidikan selanjutnya. Mana tahu itu ada LP (laporan polisi, red) yan bisa dikembangkan lagi. Makanya kendaraan yang nanti tidak ada kelengkapan administrasi akan kami serahkan ke reskrim dan itu jadi pintu masuk penyelidikan baru," jelas Kasat Lantas Polres Malang AKP Ady Nugroho saat ditemui awak media di Stadion Kaanjuruhan, Minggu (10/1/2021). 

Sampai saat ini, masih belum diketahui berapa banyak kendaraan bermotor yang berstatus bodong. Pasalnya, hingga siang tadi, masyarakat masih mengantre untuk melalui proses tilang dan pengambilan barang bukti kendaraan bermotor. 

"Kalau banyaknya masih belum tahu. Yang pasti ada. Kadang-kadang kan memang motor-motor orang desa mungkin juga surat-suratnya lengkap, tapi bentuknya seperti itu (motor tidak dilengkapi perintilan standar, red)," ujar kasatlantas. 

Perwira menengah dengan tiga balok di pundaknya ini juga menjelaskan ciri-ciri kendaraan bermotor yang berstatus bodong. Yakni ketika seseorang yang mengaku memiliki kendaraan bermotor  namun tidak dilengkapi surat-surat kelengkapan kepemilikan seperti STNK (surat tanda nomor kendaraan) dan BPKB (buku pemilik kebdaraan bermotor). 

"Selama pemilik tidak bisa menunjukkan kepemilikannya, berarti motor itu didapatkan dari hasil yang tidak benar. Setiap kendaraan harus dilengkapi dengan STNK dan BPKB utamanya," terang dia.

Ady juga menambahkan, jika masyarakat yang akan mengambil kendaraan tetapi menggunakan surat gadai, masih bisa diakui sebagai surat kepemilikan kendaraan bermotor.  "Tidak masalah (membawa surat gadai, red). Artinya BPKB-nya ada, entah itu di  leasing atau di pegadaian dan lain-lain. Selama bisa menyertakan bukti surat keterangan kalau BPKB-nya di leasing yang sah atau di tempat gadai, akan diberi kompensasi," pungkasnya. 
 

Topik
Polres MalangBerita Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru