Jelang PPKM, Polres Malang Amankan 574 Kendaraan yang Terlibat Balap Liar

Jan 10, 2021 14:46
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar (tengah) saat menjelaskan hasil ungkap pengamanan kendaraan bermotor di Stadion Kanjuruhan, Minggu (10/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar (tengah) saat menjelaskan hasil ungkap pengamanan kendaraan bermotor di Stadion Kanjuruhan, Minggu (10/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Menjelang pelaksanaan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di wilayah Kabupaten Malang yang dimulai pada hari Senin (11/1/2021) hingga 25 Januari 2021 mendatang, Polres Malang amankan 574 kendaraan bermotor yang terlibat balap liar di wilayah Stadion Kanjuruhan, Minggu (10/1/2021). 

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengungkapkan, bahwa pihaknya pada hari Sabtu (9/1/2021) malam hingga Minggu (10/1/2021) dini hari telah menggelar operasi yustisi dan razia balap liar di wilayah Kecamatan Kepanjen tepatnya di Stadion Kanjuruhan. 

Baca Juga : Sepanjang 2020, Tercacat Ada 407 Reklame Ilegal di Kota Batu

 

"Akhirnya tadi malam kami melaksanakan penindakan yang kita kemas dalam operasi yustisi menjelang dilaksanakannya PPKM. Dari hasil operasi, kita mengamankan 892 orang didominasi pemuda dan kita juga mengamankan 574 kendaraan bermotor yang digunakan balap liar," ungkapnya kepada awak media di Stadion Kanjuruhan.

Lanjut Hendri, bahwa pelaksanaan operasi yustisi dan razia balap liar di Stadion Kanjuruhan tersebut juga merupakan keluhan dari masyarakat sekitar yang setiap malam di akhir pekan selalu terganggu dengan adanya balap liar.

"Tadi malam setelah penindakan, kita beri imbauan-imbauan kepada anak muda itu. Pendataan identitas dan mengingatkan agar tidak melaksanakan balap liar lagi," terangnya. 

Perwira menengah polisi dengan dua melati di pundaknya tersebut juga menuturkan, bahwa untuk ratusan kendaraan yang diamankan, masih diletakkan di area Stadion Kanjuruhan karena jumlahnya yang begitu banyak. 

"Karena jumlah yang banyak, kita tempatkan di area Stadion Kanjuruhan dengan tetap dalam pengawasan Polres Malang," tuturnya. 

Hendri juga mengatakan, bahwa jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Malang telah mengimbau dan menyampaikan informasi agar pemilik kendaraan dapat mengambil kendaraannya di Stadion Kanjuruhan dengan menyertakan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) dan BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor). 

"Kita menyampaikan kepada para pemilik kendaraan agar datang siang ini untuk mengambil. Dengan syarat yang datang orang tua atau wali pemilik dengan membawa bukti kepemilikan yang jelas dari kendaraan tersebut," terangnya. 

Baca Juga : Abu Bakar Ba'asyir Bebas Murni 8 Januari, Berikut Deretan Kasus yang Pernah Menjeratnya

 

Hendri menuturkan, bahwa dari pantauan selama ini terdapat beberapa wilayah di Kabupaten Malang yang dijadikan tempat balap liar. "Diantaranya ada Singosari di sekitar area Tunjungtirto. Lalu Kalipare, Wonosari yang beberapa waktu lalu dan Kepanjen yang paling besar," bebernya. 

Pria kelahiran Solok, Sumatera Barat ini juga berharap bahwa kedepan tidak ada lagi kejadian balap liar dan pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi di wilayah Kabupaten Malang. 

"Kita berharap setelah ini tidak ada kejadian-kejadian serupa, terutama di daerah Stadion kanjuruhan. Apalagi masih dalam situasi pandemi, seharusnya kita tidak melaksanakan kegiatan yang nggak penting. Lebih banyak melaksanakan kegiatan di rumah untuk menjaga kesehatan," pungkasnya.

Topik
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan MasyarakatPolres MalangBalap Liar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru