Keramaian di Alun-Alun Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Keramaian di Alun-Alun Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemkot Batu merevisi surat edaran (SE) pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk pemgendalian penyebaran covid-19 di Kota Batu. Revisi itu dilakukan pada kegiatan jam  buka dan tutup operasional restoran serta  pusat perbelajaan.

Semula  SE tersebut berisi tentang kegiatan restoran (makan/minum) di tempat dimulai pukul 07.00 dan tutup pukul 21.00. Namun, Pemkot Batu merevisi menjadi ditutup pada 20.00. “Semula dari pukul 21.00 berubah menjadi 20.00,” kata Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. 

Baca Juga : PSBB Jilid II, Akan Ada 17 Titik Pos Pencegahan Kerumunan di Kabupaten Malang

Revisi jam operasional ini juga berlaku pada kegiatan operasional pusat perbelanjaan. “Perubahan jam operasional untuk tempat perbelanjaan ini juga berubah hanya sampai pukul 20.00,”  tambah Dewanti.

Pelaksanaan PPKM hanya berlangsung sejak 11-25 Januari 2021 mendatang. “Dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan,” terang Dewanti. 

Sedang selama pelaksanaan PPKM, wali kota meminta agar warganya melaksanakan protokol kesehatan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak). 

Lalu,  kegiatan di kantor yang tadinya 50 persen jadi 25 persen. Artinya, dari jumlah keseluruhan karyawan, hanya 25 persen yang masuk kantor. Sedangkan 75 persennya WFH ( work from home).

 Dewanti juga melakukan pembatasan pada fasilitas umum seperti alun-alun. ”Fasilitas umum tidak ada yang ditutup. Akan tetapi kita memfokuskan kerumunan di alun-alun karena sangat ramai. Jadi, nanti kami kendalikan agar tidak mengundang masa yang banyak. Tetapi jika cara ini tidak bisa diatasi, terpaksa akan ditutup,” ujar istri Eddy Rumpoko ini.

Baca Juga : PPKM Tak Ada Posko Check Point, Bupati Malang Sanusi: Kita Masifkan Operasi Yustisi

Kemudian terkait kunjungan wisatawan, Dewanti tidak mengkhawatirkan hal itu. Sebab, kunjungan di setiap hotel maupun tempat wisata tidak mencapai 50 persen untuk saat ini. 

”Kalau melihat kondisi Kota Batu terkait kunjungan hotel maupun tempat wisata itu jauh dari target. Kayak Selecta, kunjungannya  hanya 10 persen, Jatim Park 20 persen. Hal itu tidak menjadi masalah kerumunan. Hotel dan tempat wisata tetap buka karena bisa dikendalikan,“ jelasnya.