Hari Kedua Geledah Balai Kota Batu, KPK Sita Dokumen Perizinan Usaha dan Transaksi Keuangan

Jan 08, 2021 10:18
KPK saat memeriksa berkas di Balai Kota Among Tani, Kamis (7/1/2021).
KPK saat memeriksa berkas di Balai Kota Among Tani, Kamis (7/1/2021).

MALANGTIMES - Penyidikan kasus dugaan TPK (tindak pidana korupsi) gratifikasi di Pemkot Batu tahun 2011-2017 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah berlangsung selama dua hari, 6-7 Januari 2021, di Balai Kota Among Tani. Totalnya sudah ada 6 organisasi perangkat daerah (OPD) yang digeledah. 

Pada Rabu (6/1/2021) penggeledahan berlangsung  di Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), dan Dinas Pariwisata. Sedangkan Kamis (7/1/2021), giliran Dinas Komunikasi dan Informasi, Dinas Penanggulangan Kebakaran, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tenaga Kerja giliran digeledah.

Baca Juga : 5 Jam Pemeriksaan di DPMPTSPTK Kota Batu, KPK Bawa 3 Koper

“Kamis (7/01/2021) tim penyidik KPK kembali melakukan penggeledahan di beberapa lokasi berbeda di Kota Batu,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara (Jubir) KPK Ali Fikri. 

Hasil penggeledahan hari kedua di tiga lokasi tersebut, tim KPK mengamankan beragam dokumen di masing-masing OPD. Mulai dari dokumen perizinan usaha sampai catatan transaksi keuangan.

“Adapun di tiga lokasi tersebut, diamankan berbagai dokumen. Di antaranya dokumen perizinan usaha serta catatan transaksi keuangan yang terkait dengan perkara ini,” kata Ali. “Penyidik akan melakukan penyitaan setelah melakukan analisis terhadap dokumen hasil geledah dimaksud,” imbuhnya.

Diberitakan pada Rabu, KPK menemukan dan mengamankan sejumlah berkas terkait proyek pekerjaan dan perizinan tempat wisata pada tahun 2011-2017 di Dinas Pariwisata. Dari hasil tersebut, petugas KPK akan menganalisis dan dilakukan penyitaan untuk barang bukti.

Baca Juga : Banyak Kantor Dinas Digeledah KPK, Wali Kota Batu Dewanti: Saya Gak Tahu, Gak Ada Laporan

Lalu pada Selasa (5/1/2021), tim KPK juga telah melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi dilakukan di Mapolres Batu. Yakni Moh. Zaini, pemilik PT Gunadharma Anugerah, serta Kristiawan selaku asisten rumah tangga mantan Wali Kota Eddy Rumpoko.

 

Topik
Kasus Dugaan KorupsiTindak Pidana KorupsiPemkot BatuKomisi Pemberantasan Korupsi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru