Kebebasan Abu Bakar Ba'asyir Bikin Pemerintah Australia Khawatir, Begini Katanya

Jan 06, 2021 10:04
Abu Bakar Ba’asyir (Foto: Kompas.com)
Abu Bakar Ba’asyir (Foto: Kompas.com)

MALANGTIMES - Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir akhirnya akan bebas murni pada Jumat (8/1/2021) mendatang.  

Abu Bakar Ba'asyir selama ini telah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur.  

Baca Juga : Abu Bakar Ba'asyir Bebas Murni 8 Januari, Berikut Deretan Kasus yang Pernah Menjeratnya

"Yang bersangkutan dibebaskan pada 8 Januari 2021 sesuai dengan tanggal berakhirnya masa pidana," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Rika Aprianti.

Namun, kebebasan Ba'asyir ini justru membuat Pemerintah Australia khawatir.  

Melalui Menteri Luar Negeri Marise Payne, Pemerintah Australia menyampaikan harapan agar Pemerintah Indonesia bisa memastikan Ba'asyir bukan lagi ancaman setelah dinyatakan bebas.  

"Australia berharap Ba’asyir tidak lagi akan memancing lebih banyak aksi teror saat dia bebas," kata Payne dilansir dari Reuters.

Payne juga mengemukakan sudah menyampaikan kekhawatiran negaranya atas kebebasan Ba'asyir kepada pemerintah Indonesia. “Kedutaan kami di Jakarta telah menyampaikan dengan jelas kekhawatiran ini bahwa ada orang-orang semacam itu harus dicegah untuk memancing adanya aksi teror di masa depan yang mengorbankan warga sipil tidak bersalah," begitu kata Payne melalui pernyataan tertulisnya.

Di sisi lain, Ba'asyir diyakini punya paham radikal dan diduga menjadi dalang aksi teror bom di Bali pada 2002.

Namun ia membantah tuduhan keterlibatannya dalam serangan bom di Bali.

Seperti diketahui, teror bom Bali menyebabkan lebih dari 200 orang tewas dan banyak di antara mereka adalah warga Australia.

Baca Juga : Dua Penjambret Uang Rp 180 Juta Dilumpuhkan Polisi

Abu Bakar Ba'asyir ditangkap di Ciamis, Jawa Barat, pada 9 Agustus 2010.  

Ia divonis 15 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2011.

Ba'asyir terbukti menggerakkan orang lain dalam penggunaan dana untuk melakukan tindak pidana terorisme.

Ia diyakini punya paham radikal dan diduga menjadi dalang aksi teror bom di Bali pada 2002.

 

Topik
abu Bakar Baasyirnapi terorisme Abu Bakar Baasyirkasus bom baliabu bakar baasyir bebaspemerintah australia

Berita Lainnya

Berita

Terbaru