Pandemi Covid-19, Permintaan Daging Sapi di Kabupaten Malang Turun Hampir 50 Persen

Jan 05, 2021 11:56
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, Nurcahyo saat ditemui di lobi Anusapati Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (5/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, Nurcahyo saat ditemui di lobi Anusapati Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (5/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Permintaan daging sapi di Kabupaten Malang alami penurunan cukup signifikan sepanjang Pandemi covid-19 melanda. Tak main-main, penurunan tercatat hampir 50 persen dari kebutuhan permintaan yang selalu dibuat sebelum pandemi covid-19 menyerang.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nurcahyo mengungkapkan, telah terjadi penurunan permintaan hingga mendekati 50 persen dari kebutuhan di situasi normal sebelum adanya pandemi Covid-19. 

"Cuma di masa pandemi ini untuk kebutuhannya (daging sapi, red) menurun. Anak kuliah nggak masuk, hotel, warung, restoran menurun. Kebutuhan daging sapi setiap hari dalam kondisi normal kita bisa menyembelih sekitar 86 ekor per hari. Saat pandemi 43 sampai 45 ekor per hari," ungkapnya saat ditemui pewarta di lobi Anusapati Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (5/1/2021). 

Meskipun terjadi penurunan permintaan kebutuhan di masyarakat Kabupaten Malang, dikatakan Nurcahyo bahwa hal tersebut tidak berdampak terhadap para peternak. Dikarenakan sistemnya berupa investasi. 

"Kalau peternak investasinya tetap tidak kemana-mana. Kalau sebelum pandemi dijual beli lagi, kalau saat ini masih ada di rumah menjadi tabungan melihat kondisinya kalau udah bagus nanti dijual lagi," jelasnya. 

Terlebih lagi para peternak juga akan memanfaatkan momentum Peringatan Hari Raya Idul Adha di tahun 2021 nanti untuk menjngkatkan penjualan hewan ternak berupa sapi dan kambingnya. "Saat ini masih ada di rumah sebagai tabungan. Nanti menjelang Hari Raya Idul Adha juga rame lagi," tuturnya. 

Pasalnya di momentum Hari Raya Idul Adha, dikatakan Nurcahyo bahwa untuk satu ekor sapi di Kabupaten Malang bisa dijual di kisaran harga Rp 14 juta sampai Rp 25 juta atau bahkan lebih melihat kondisi kesehatan sapi yang diperjualbelikan. 

"Tapi kalau hari biasa itu dijual ya sekitar Rp 14 juta sampai Rp 18 juta. Tapi kalau peternak berinvestasi itu akan ada kenaikan sampai Rp 20 juta sampai Rp 29 juta," bebernya. 

Lanjut Nurcahyo, bahwa peternak yang terdaftar secara resmi di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang sekitar di angka 200 ribuan peternak di seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Malang. 

Sedangkan untuk RPH (Rumah Potong Hewan) di Kabupaten Malang yang terdaftar resmi tersebar di tujuh kecamatan yakni di Kecamatan Lawang, Kecamatan Tumpang, Kecamatan Kepanjen, Kecamatan Gondanglegi, Kecamatan Turen, Kecamatan Wajak dan Kecamatan Bululawang. 

Sementara itu, Nurcahyo menuturkan bahwa terdapat beberapa wilayah yang menjadi penyuplai daging sapi potong paling tinggi di Kabupaten Malang. "Untuk ternak sapi potong, di wilayah malang selatan paling banyak, mulai dari Sumberpucung, Kalipare, Gedangan, Donomulyo, hingga Wajak," ujarnya. 

Nurcahyo pun memastikan bahwa untuk stok daging sapi tahun 2021 di Kabupaten Malang masih aman dan tercukupi. "Untuk populasi di Kabupaten Malang sapi potong berjumlah 243 ribu dan itu masih aman dengan kebutuhan 43 sampai 45 ekor per hari," tutupnya.

Topik
permintaan daging sapi di kabupaten malangdaging sapi kabupaten malanginvestasi sapi kabupaten malangDinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru