Abu Bakar Ba'asyir Bebas Murni 8 Januari, Berikut Deretan Kasus yang Pernah Menjeratnya

Jan 05, 2021 11:34
Abu Bakar Ba'asyir (Foto: Republika)
Abu Bakar Ba'asyir (Foto: Republika)

MALANGTIMES - Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir akhirnya akan bebas murni pada Jumat (8/1/2021) mendatang.  

Abu Bakar Ba'asyir selama ini telah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur.  

Baca Juga : Ungkap Kasus Narkoba yang Ditangani Polres Malang Meningkat di Tahun 2020

Disampaikan oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Rika Aprianti, Ba'asyir bebas karena masa pidananya selama 15 tahun telah usai.

"Yang bersangkutan dibebaskan pada 8 Januari 2021 sesuai dengan tanggal berakhirnya masa pidana," kata Rika.

Dalam pembebasan Ba'asyir ini, kata Rika, pihak Ditjen Pemasyarakatan akan bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan Detasemen Khusus 88 Antiteror.

Di sisi lain, disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Imam Suyudi, Ba'asyir mendapat total remisi sebanyak 55 bulan.

"Beliau hukumannya 15 tahun setelah mendapat remisi 55 bulan, yaitu remisi umum, dasawarsa, khusus, Idul Fitri, dan remisi sakit," jelas Imam.  

Namun, dikabarkan jika jelang kebebasannya, kondisi kesehatan Ba'asyir sempat turun.  

Hal ini disampaikan oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Khusus Kelas llA Gunung Sindur, Mujiarto.  

"Sempat dirujuk di RSCM, 24 November sampai 10 Des 2020, setelah itu membaik, jadi kembali lagi ke Lapas khusus Gunung Sindur," ujarnya.

Kendati demikian, kini kondisi Ba'asyir terpantau sehat meski fisiknya sudah renta karena usianya sudah menginjak 82 tahun.

Kepulangan dijemput oleh keluarga

Putra Ba'asyir, Abdul Rahim Ba'asyir mengatakan jika pihak keluarga akan menjemput dengan jumlah orang terbatas lantaran pandemi Covid-19.  

"Bahaya kalau beliau ketemu banyak orang, salaman dan sebagainya. Kalau nanti ada yang silaturahmi ke rumah kita batasi, benar-benar ada pembatasan," kata Abdul Rahim.

Hukuman yang pernah menjeratnya

Baca Juga : Angka Kriminalitas di Kabupaten Malang Turun Drastis, Curanmor Menukik sampai 50 Persen

Untuk diketahui, Abu Bakar Ba'asyir ditangkap di Ciamis, Jawa Barat, pada 9 Agustus 2010.  

Ia divonis 15 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2011.

Ba'asyir terbukti menggerakkan orang lain dalam penggunaan dana untuk melakukan tindak pidana terorisme.

Selain itu, pendiri Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo itu juga pernah ditangkap dengan tuduhan menghasut orang untuk menolak asas tunggal Pancasila.  

Ia juga diketahui melarang santrinya hormat kepada Bendera Merah Putih dengan menyebutnya sebagai perbuatan syirik. Pengadilan akhirnya memvonis selama 9 tahun penjara.

Pada Maret 2005, ia divonis 2,6 tahun penjara karena terbukti terlibat dalam peledakan bom di Hotel JW Marriot dan bom Bali.  Menyusul tahun 2010 divonis penjara selama 15 tahun lantaran terbukti terlibat dalam menggalang dana untuk melakukan tindak pidana terorisme.  

Kemudian di tahun 2014, ia kembali didakwa karena terlibat dalam pemufakatan jahat dengan pelaku bom Bali yaitu Amrozi dan Mubarok.  

Topik
abu bakar ba'asyir bebas murniTerpidana kasus terorisme

Berita Lainnya

Berita

Terbaru