Harga Kedelai Naik, Puluhan UMKM di Beji Berhenti Produksi Tempe

Jan 04, 2021 18:21
Tina salah satu UMKM atau pengrajin olahan keripik tempe di Beji, Senin (4/1/2021).
Tina salah satu UMKM atau pengrajin olahan keripik tempe di Beji, Senin (4/1/2021).

MALANGTIMES - Gara-gara kenaikan harga kedelai, puluhan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kampung Tempe, Desa Beji, Kota Batu, memilih berhenti membuat tempe. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Desa Beji Deni Cahyono, Senin (4/1/2021)

"Kalau di Beji ada 260 pengrajin tempe. Dan sekitar 30 pengrajin tempe yang berhenti produksi tempe sejak 3 minggu ini. Pasalnya, biaya produksi tidak seimbang dengan harga penjualan. Sebelumnya setiap hari memproduksi 1-2 kuintal. Sekarang cuma 70 kilogram. Jadi, pengurangan produksi kisaran 30-40 persen," ujarnya.

Baca Juga : Harga Tahu-Tempe Naik Per Hari Ini, Berikut Penjelasan Kemendag

Bahan baku kedelai naik tinggi dari kisaran Rp 6,5-7 ribu per kilogram menjadi Rp 9,5-10 ribu. "Hal ini disebabkan karena faktor pemasaran yang mengalami kendala kenaikan kedelai. Biasanya satu kotak tempe itu dijual Rp 5 ribu menjadi Rp 7-8 ribu. Jelas pembeli akan berkurang. Kenaikan ini sejak 3 minggu lalu," ujarnya.

Deni berharap agar pemerintah atau dinas terkait bisa membantu atau melakukan pembinaan terhada pelaku atau pengerajin tempe agar tidak terjadi kelonjakan seperti ini

Diketahui, bahan baku kedelai tersebut disuplai dari daerah Pandaan, Pasuruan. Kemudian dikirim ke lima toko bahan baku kedelai yang berada di Beji.

Tina, salah satu UMKM atau pengrajin olahan keripik tempe di Beji, mengaku bahan baku tempe mengalami kenaikan drastis. Ia juga mengaku ketakutannya biaya produksi tidak sebanding dengan penjualan.

Baca Juga : Kedelai Impor Naik, Disperindag Kabupaten Malang Pastikan Stok Masih Aman

Dampak dari kenaikan bahan baku dalam seminggu terakhir ini juga berdampak pada penurunan omzet sampai 30 persen. "Untung tepung dan minyak tidak ikut naik. Kami masih bisa bertahan. Tinggal bagaimana mengolahnya. Sampai-sampai harus mengurangi irisan tempe walaupun berisiko terjadinya penurunan omzet," katanya.

 

Topik
harga kedelai naikUsaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)Kampung Tempe Desa BejiKota BatuProduksi Tempe

Berita Lainnya

Berita

Terbaru