Tak Ada Gejolak, Diskopindag Kota Malang Pastikan Stok Kedelai Aman hingga Lebaran

Jan 04, 2021 18:20
Petugas Diskopindag Kota Malang saat meninjau harga kedelai di salah satu pasar rakyat. (Foto: Istimewa).
Petugas Diskopindag Kota Malang saat meninjau harga kedelai di salah satu pasar rakyat. (Foto: Istimewa).

MALANGTIMES - Lonjakan harga kedelai cukup berimbas di berbagai daerah. Seperti di Jakarta, Jawa Barat dan Surabaya, perajin tempe mogok kerja lantaran kenaikan harga kedelai menghambat operasional produksi mereka.

Saat ini harga kedelai per kilogramnya di Indonesia mencapai angka Rp 9.600. Padahal, sebelumnya masih berkisar di harga Rp 7.200 per kilogramnya. Kenaikan ini dipicu adanya permintaan kedelai di China yang meningkat. 

Baca Juga : Harga Tahu-Tempe Naik Per Hari Ini, Berikut Penjelasan Kemendag

Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang memastikan adanya kenaikan itu tak memicu gejolak apa pun bagi perajin ataupun penjual tempe dan tahu di Kota Malang.

Hal  tersebut disampaikan Kepala Diskopindag Kota Malang Wahyu Setianto melalui Kasi Pengendalian dan Pengawasan Diskopindag Kota Malang Luh Putu Eka Wilantari di sela-sela giat meninjau beberapa area perajin tempe dan pasar rakyat, hari ini (Senin, 4/1/2021).

Dari hasil peninjauannya, kenaikan harga kedelai sudah terjadi secara bertahap sejak bulan November 2020 lalu. Ia memastikan, kondisi tersebut tak berpengaruh terhadap kindisi perajin tempe.

"Kami mengunjungi Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (KOPTI) Kota Malang. Di sini kan melayani perajin sekitar 150 anggota termasuk konsumen luar yg mau beli kedelai. Memang ada kenaikan sejak November, tapi tetap bertahan. Saya tanyakan gimana, apakah terjadi gejolah, katanya tidak ada masalah," ujarnya.

Menurut dia, tidak adanya gejolak tersebut dipicu kondisi baik dari konsumen ataupun pembeli yang sudah terbiasa akan hal tersebut. Diperkirakan lonjakan harga kedelai akan kembali stabil Maret 2021 mendatang.

Bahkan, stok untuk kedelai dipastikan aman hingga libur Lebaran Idul Fitri 2021. "Produksi mereka jalan terus, nggak masalah. Stok aman sampai Idul Fitri tahun ini," imbuhnya.

Baca Juga : Kedelai Impor Naik, Disperindag Kabupaten Malang Pastikan Stok Masih Aman

Lebih jauh, Luh menyampaikan, hal tersebut juga tidak memerngaruhi penjualan tempe dan tahu di pasaran. Per satu bungkus etap di harga Rp 2.000.

"Harga tempe tetap, satu bungkus Rp 2.000. Mungkin trik perajin. Dari ukuran yang diperkecil, ada yang tetap. Jadi, nggak ada kenaikan harga," jelasnya.

Sementara itu, di Kota Malang hingga kemarin, harga kacang kedelai per kilogramnya rata-rata mencapai Rp 9.150. Padahal, biasanya harga kacang hanya mencapai Rp 7.000 per kilogram.

Luh menyebut, harga tersebut berbeda dengan harga eceran di pasar rakyat. Yakni bekisar di angka Rp 10 hingga 12 ribu per kilogramnya. "Lebih mahal di pasar. Kalau koperasi lebih murah karena jualnya ke anggota dan belinya minimal 50 kilo," pungkasnya.

Topik
Harga KedelaiPerajin Tempeoperasional produksi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru