Seorang warga saat mulai memasuki kawasan Stadion Gajayana dengan sistem e-parking. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Seorang warga saat mulai memasuki kawasan Stadion Gajayana dengan sistem e-parking. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Bagi warga Kota Malang yang akan memasuki kawasan Stadion Gajayana, kini akan disambut dengan sistem parkir yang beda dari biasanya.

Ya, kotak bercat biru menghiasi area pintu masuk atau gerbang depan Stadion Gajayana. Dengan adanya kotak ini, ditandai pula penerapan e-parking atau mesin parkir elektronik yang diresmikan Senin, (4/1/2021) oleh Wali Kota Malang Sutiaji.

Baca Juga : Rest Area Wringin Anom Siap Dipercantik, Disparbud Imbau Pihak Desa Buat Grand Design

 

Tata kelola parkir dengan sistem elektronik ini rupa-rupanya juga memberikan angin segar bagi para juru parkir (jukir). Sebab, dalam penerapannya, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memastikan tetap memberi kesempatan bagi para jukir tersebut.

Tentunya, sesuai dengan aturan dan tetap melalui pelatihan khusus. "Tidak ada korban jukir, jadi seperti di lokasi Stadion Gajayana ini, termasuk nanti di beberapa lokasi aset pemerintah daerah. Jukir yang sekarang ini direkurt menjadi tenaga kontrak Dinas Perhubungan," ujar Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto.

Di tahun 2021 ini target penerapan e-parking Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan bertambah 4 lokasi. Di antaranya, kawasan Block Office, Gedung Kartini, Terminal Arjosari, dan gedung parkir bekas mess Persema.

Nantinya para jukir tersebut, kata Handi akan diberikan gaji setara dengan Upah Minimum Kota (UMK), yakni sekitar Rp 2,9 juta. Pemberlakuan sistem gaji ini, dikarenakan semua keuangan nantinya langsung masuk ke khas daerah.

"Kalau selama ini mereka setorannya secara manual masuk ke mereka baru ke kita. Ini seluruh setoran langsung masuk khas daerah 100 persen. Adapun nanti, mereka digaji per bulan, sesuai UMK. Kalau tahun ini Rp 2,940 juta, setara TPOK (Tenaga Pendukung Operasional Kegiatan)," imbuhnya.

Lebih jauh Handi mengungkapkan, proses rekrutmen jukir yang layak untuk bertugas dengan ketentuan maksimal usia 50 tahun. Bagi para jukir, sebelum ditugaskan untuk pengelolaan penerapan e-parking juga akan diberikan pelatihan atau pembekalan khusus secara bertahap.

Baca Juga : Tak Hanya Tangani Kebakaran, Damkar Kota Malang Ternyata Telah Ratusan Kali Evakuasi Satwa

 

"Hari ini mereka yang kita rekrut nanti basisnya kita beri pelatihan pengenalan tentang tugas-tugas mereka nanti. Tentang perhubungan, tentang pemerintahan, sebelum mereka kita lepas kurang lebih satu mingguan nanti," tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, dengan hadirnya e-parking bukan hanya untuk meningkatkan pendapatan daerah semata, melainkan juga upaya untuk terus memberikan kesejahteraan para jukir.

"Saya sampaikan, masyarakat tidak usah takut nanti tukang parkir dikemanakan. Tukang parkir tetap direkrut, sesuai dengan regulasi. Jika memang usianya tidak memenuhi, nanti bisa minta digantikan anggota keluarga lainnya. Ini justru meningkatkan dan menyejahterakan petugas parkir," terangnya.

Penerapan e-parking juga bertujuan untuk menghindari kebocoran retribusi parkir serta memperbaiki penataan perparkiran di Kota Malang. Sehingga, data perolehan pendapatan juga dapat diketahui secara real time.