Hati-Hati Posting Kabar Kehilangan di Medsos, Penipu Bergentayangan Cari Mangsa

Jan 02, 2021 08:17
Capture gambar postingan kabar kehilangan yang menyertakan nomor hp (Anggara Sudiongko/Malang TIMES)
Capture gambar postingan kabar kehilangan yang menyertakan nomor hp (Anggara Sudiongko/Malang TIMES)

MALANGTIMES - Masyarakat, khususnya warga Kota Malang, yang kehilangan suatu barang milik mereka kerapkali memposting kabar tersebut ke media sosial. Dalam postingan, masyarakat juga kerap kali menjelaskan secara detail informasi pribadi yang sebenarnya tak harusnya diposting, seperti nama lengkap, alamat lengkap hingga nomor hp.

Alih-alih mempermudah mereka yang menemukan menghubungi, justru apa yang dilakukan masyarakat  tersebut kerap kali dimanfaatkan para pelaku kejahatan atau penipu menjadikan informasi pribadi tersebut sebagai jalan menjadi keuntungan dengan menipu.

Baca Juga : Bikin Ngakak, Dua Pencuri Pipa Besi Tersungkur Lantaran Keberatan Beban, Aksinya Terekam CCTV

Kasubag Humas Polresta Malang Kota, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni, membenarkan hal tersebut. Pihaknya meminta masyarakat untuk berhati-hati memposting kabar kehilangan barang miliknya, terlebih lagi secara detail menyertakan Informasi detail pribadi mereka.

Bilamana, kehilangan sebuah dompet ataupun barang lainnya, tentunya masyarakat cukup menginformasikan kabar kehilangan saja dan beberapa isi didalamnya. Namun tentunya diharapkan untuk tidak memposting informasi seperti nama, alamat ataupun nomor yang bisa dihubungi secara detail.  

"Jangan detail-detail. Bilamana ada yang menemukan, minta inbox lebih dahulu, minta nomor yang bisa dihubungi, sebisa mungkin ajak untuk bertemu langsung, jangan langsung mau bila nanti menghubungi oknum yang menemukan itu, kemudian meminta transfer biaya kirim saat masih ditelfon, karena biasanya hal tersebut modus," jelasnya.

Jika oknum tersebut benar-benar mengakui telah menemukan barang milik masyarakat yang hilang, selanjutnya masyarakat bisa meminta foto barang miliknya yang telah ditemukan secara detail. Jika yang menemukan beralasan tidak memakai WhatsApp atau Whatsapp mereka dipakai oleh keluarganya yang lain, maka sudah dipastikan hal tersebut merupakan salah satu modus penipuan.

"Makanya harus hati-hati, jangan panik, jangan mudah terlalu percaya sama orang yang mengatakan telah menemukan barang yang dikabarkan hilang di media sosial," ungkapnya.

Mencoba membuktikan hal tersebut, media ini kemudian sempat mencoba berpura-pura memposting kabar kehilangan sebuah dompet digrup media sosial Facebook dengan menyertakan nomor hp pada Jumat (1/1/2020). Benar saja, ketika baru saja mem-posting kabar kehilangan, bahkan belum sampai satu menit, langsung terdapat sebuah nomor masuk ke nomor telfon media ini.

Nomor tersebut yakni, +6282337118827. Pada awalnya dengan bahasa yang sopan, oknum penipu tersebut langsung mengatakan menemukan dompet dan meminta untuk menelepon balik lagi nomornya. Setelah menelfon balik, oknum penipu tersebut kemudian mengatakan jika telah menemukan dompet beserta isi sesuai yang dengan media ini posting.

Baca Juga : Akun Mobile Legends Diretas, Ibu-ibu di Kota Malang Alami Kerugian karena ATM Dibobol

Kemudian oknum penipu tersebut mengaku namun keberadaannya tidak di Malang melainkan perjalanan ke Pandaan, Pasuruan dan mengaku sebagai sopir. Setelah dengan modus menemukan dan berupaya mengorek informasi detail pemilik dompet agar alih-alih korban mempercayai jika pelaku telah menemukan dompetnya, pelaku kemudian menawarkan untuk mengirim dompet yang ditemukan melalui jasa pengiriman.

Saat itu, pelaku mengatakan jika pihak pengiriman menunggu transfer masuk agar barang kiriman dompet bisa segera diberangkatkan. Dikatakannya juga, karena barang yang dikirim tergolong dokumen, sehingga pembayaran biaya kirim sebesar 99 ribu tidak bisa dilakukan ditempat, sehingga meminta untuk transfer langsung.

Oknum tersebut kemudian mengirimkan sebuah rekening bank, atas nama 0222824824 Veronica Kaslim. Oknum tersebut selalu berupaya mendesak agar korbannya segera mentransfer sejumlah uang. Namun ketika media ini meminta foto dompet miliknya yang diposting hilang, pelaku beralasan tidak memakai WhatsApp.

Namun ketika dicek melalui WhatsApp, nomor pelaku terkoneksi dengan WhatsApp. Setelah ditanyakan, pelaku kembali berkilah jika WhatsApp dipakai oleh istri pelaku. Karena media ini tak kunjung mentransfer, pelaku kemudian segera memblokir nomor media ini. Ketika kembali dihubungi, nomor pelaku sudah tak bisa dihubungi.

 

Topik
Penipuan OnlineCegah Aksi Kejahatan dimalangpenipuan media sosialaksi kejahatan di kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru