Kejari Kabupaten Malang Tangkap Terpidana Penipuan Buron 3 Tahun

Dec 30, 2020 21:47
Aparat Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang saat menggelandang buronan tiga tahun atas nama Heppy Rikrik Kristianto (tengah) di Mojokerto, Rabu (30/12/2020). (Foto: Kejari Kabupaten Malang) 
Aparat Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang saat menggelandang buronan tiga tahun atas nama Heppy Rikrik Kristianto (tengah) di Mojokerto, Rabu (30/12/2020). (Foto: Kejari Kabupaten Malang) 

MALANGTIMES - Eksekutor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang berhasil menangkap pelaku penipuan yang telah buron selama tiga tahun. Pelaku bernama Heppy Rikrik Kristianto, warga Sidoarjo.

Pelaku dibekuk  di sebuah kebun porang di  Dusun Sambilawang, Desa Sambilawang, Kecamatan Dilanggu, Kabupaten Mojokerto, Rabu (30/12/2020). 

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Kabupaten Malang Sobrani Binzar mengungkapkan bahwa eksekusi yang dilakukan telah sesuai dengan putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 349 K/PID/2016 tertanggal 27 April 2016. 

"Setelah eksekusi, dilakukan pemeriksaan kesehatan dan tes swab antigen terhadap terpidana. Selanjutnya terpidana Heppy Rikrik Kristianto dimasukkan ke Lembaga Permasyarakatan Kelas I Lowokwaru sekitar pukul 19.30 WIB," ungkapnya, Rabu (30/12/2020). 

Turut hadir dalam eksekusi langsung terhadap Heppy Rikrik Kristianto yakni  Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Malang Ardian Wahyu Eko Hastomo; Kasubsi Eksekusi dan Eksaminasi Pidum Kejari Kabupaten Malang Anjar Rudi Admoko; Kasubsi Sospol Intelijen Kejari Kabupaten Malan MM. Agung Wibowo; serta beberapa anggora kepolisian dari Polres Malang untuk tahapan pengamanan. 

Penipuan oleh Heppy bermula pada 16 April 2012. Heppy datang ke rumah Gunawan di Desa Poncokusumo, Kabupaten Malang, untuk bertemu Ahmad Kamil dan istrinya, yakni Noor Saidah, serta  Ahmad Yazid. 

"Saat itu terpidana mengaku sebagai pemilik dan menawarkan objek tanah seluas luas 24,8 hektare yang terletak di Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo seharga Rp 3.725.000.000," ungkap Sobrani. 

Setelah mengaku dan menawarkan objek tanah, Heppy juga menjanjikan biaya pengurusan pendaftaran tanah, biaya balik nama sampai terbit SHM (sertifikat hak milik) atas nama pihak pembeli. Dia berjanji semua dokumen itu akan diserahkan pada  November 2012. 

"Selanjutnya terjadi transaksi antara terpidana Heppy dan Ahmad Kamil serta Noor Saidah. Uang muka dari harga tanah sebesar Rp 400 juta pada tanggal 16 April 2012. Kemudian pada 30 Mei 2013  ditransfer sejumlah uang sebesar Rp 1,5 miliar. Pembayaran terakhir pada 11 Juni 2012 ditransfer sejumlah Rp 1.825.000.000. Jadi, total seluruhnya sejumlah Rp 3.725.000.000," beber Sobrani. 

Namun, realisasi yang dijanjikan sejak awal oleh Heppy kepada Kamil  terkait transaksi jual beli tanah tersebut diingkari Heppy sendiri. Hal itu dikarenakan SHM yang telah dijanjikan oleh Heppy sejak awal ternyata tidak pernah diserahkan kepada Kamil maupun Noor Saidah. 

"Pada 28 Maret 2013 terpidana Heppy membatalkan jual beli tersebut dan tidak mengembalikan uang milik Ahmad Kamil dan Noor Saidah," ujar Sobrani. 

Baca Juga : Pemuda Blumbungan Bergerak bersama PSBB Gandeng Jurnalis Pamekasan Gelar Khitan Gratis, Ini Syaratnya

 

Kamil pun melaporkan Heppy sehingga dalam proses hukum, Heppy divonis tiga tahun penjara. Namun, Heppy kabur sehingga dinyatakan buron.

Pihak kejari sempat kesulitan menangkap Heppy karena terpidana merupakan seorang yang sangat licin. Kebiasaannya  menghindar dari kejaran aparat dengan berpindah domisili ke beberapa kota. 
 

Topik
Kejari Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru