Besok Diresmikan, Ini Sederet Rekayasa Lalin di Kawasan Jembatan Kedungkandang

Dec 29, 2020 14:46
Potret kawasan Jembatan Kedungkandang, Selasa (29/12). (Ahmad Amin/MalangTIMES).
Potret kawasan Jembatan Kedungkandang, Selasa (29/12). (Ahmad Amin/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Salah satu mega proyek Pemerintah Kota (Pemkot) Malang Jembatan Kedungkandang akan diresmikan, Rabu (30/12/2020) besok.

Dengan peresmian tersebut, operasional Jembatan Kedungkandang untuk pengguna kendaraan juga akan langsung dijalankan. Mengingat, proyek ini cukup banyak ditunggu oleh masyarakat. Sederet rekayasa lalu lintas  di kawasan tersebut juga telah diatur oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang.

Baca Juga : Atasi Macet, Kota Malang Perlu Ring Road

 

"Besok pagi, selepas rombongan Forkopimda meresmikan Jembatan Kedungkandang menuju Islamic Center, pukul 10.00 wiB langsung dibuka untuk umum. Sore ini kami memasang lampu yang sekiranya dibutuhkan di sana," ujar Kepala Dishub Kota Malang Handi Priyanto saat dihubungi, Selasa (29/12/2020).

Handi menambahkan, terkait pengaturan arus lalu lintas di sepanjang Jembatan Kedungkandang, nantinya akan dibagi menjadi beberapa jalur. Di antaranya, area jembatan atas akan difungsikan dua arah sekaligus. Sedangkan, untuk yang area jembatan bawah akan difungsikan satu arah saja.

"Untuk pengaturan arus lalu di sana, yang jalur atas itu dua arah. Dari Mayjen Sungkono ke Gribig dan sebaliknya. Jalur bawah itu satu arah, dari selatan arah Mayjen Sungkono ke Muharto. Hanya dari selatan ke utara. Jadi, warga Kedungkandang yang melintas ke Muharto itu lewat bawah," imbuhnya.

Meski begitu, Handi memastikan baik area atas ataupun area bawah tetap bisa dilintasi oleh kendaraan roda 2 maupun roda 4. Bahkan, area atas mampu untuk menopang kendaraan besar seperti truk tronton.

"Atas bawah bisa roda 2 dan 4. Area bawah ini difungsikan ini untuk mengurangi crossing di atas," terangnya.

Lebih lanjut, untuk masyarakat yang dari arah pemukiman ataupun rusunawa yang melewati area bawah, maka untuk keluar ke arah selatan di Mayjen Sungkono sudah tidak diperbolehkan langsung belok ke kanan.

"Di sekitar rusunawa itu kalau mau ke luar ke arah selatan di Mayjen Sungkono motong crossing jalan ke kanan itu nanti sudah tidak bisa. Kita pasang rambu dilarang belok kanan. Yang akan ke kiri lewat bawah itu harus memutar. Separuh jalan ke bawah itu ada U-Turn untuk putar balik ke arah selatan," jelasnya.

Baca Juga : Malam Tahun Baru, Berikut Jalan Sekitar Alun-Alun Kota Batu yang Ditutup

 

Selanjutnya, untuk mempermudah akses jalan bagi pengendara di kawasan Jembatan Kedungkandang, pihak Dishub juga memasang rambu-rambu lalu lintas. Seperti, rambu dilarang berhenti dan dilarang parkir di kawasan atas jembatan.

"Termasuk papan petunjuk jalan arah Muharto dan arah Gribig," terangnya.

Sementara itu, mengantisipasi keramaian dan kemacetan di hari pertama operasional Jembatan Kedungkandang, pihaknya menyiapkan personel dengan bekerjasama dengan Satlantas Polresta Malang Kota.

Selain untuk mengatur jalannya arus lalu lintas mencegah situasi crowded atau ramai, juga untuk evaluasi operasional jembatan area bawah.

"Macet pasti, karena orang banyak yang ingin lihat. Kita antisipasi, dengan teman-teman Satlantas untuk menempatkan beberapa personel. Paling tidak tiga hari sambil untuk memandu dan mengevaluasi jalur yang bawah," tandasnya.

Topik
Jembatan Kedungkandang peresmian jembatan kedungkandang Rekayasa lalin Dishub Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru