Keren! Mahasiswa UIN Malang Sodorkan Inovasi TiO2-N/zeolit untuk Solusi Limbah Zat Warna

Dec 28, 2020 12:20
Tim Highscore UIN Malang. (Foto: istimewa)
Tim Highscore UIN Malang. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Banyaknya limbah cair yang masuk dalam lingkungan masyarakat masih menjadi permasalahan serius di Indonesia. Industri tekstil merupakan salah satu penghasil limbah cair yang berasal dari proses pewarnaan. Maka, sebagian besar bahan yang terdapat dalam limbah tekstil adalah zat warna, terutama zat warna sintetik.

Zat warna sintetik tersebut merupakan bahan pencemar yang sangat kompleks dan memiliki intensitas warna yang tinggi. Apabila limbah cair ini dialirkan ke lingkungan tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu akan menurunkan kualitas lingkungan dan merusak kehidupan yang ada di lingkungan tersebut.

Baca Juga : Mahasiswa UIN Malang Tawarkan Metode Murah dan Ramah untuk Pengolahan Air Limbah

 

Nah salah satu pewarna sintesis yang digunakan industri tekstil adalah metil jingga. Untuk mengatasi permasalahan ini, Tim Highscore Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim  (UIN Maliki) Malang membuat material fotokatalis TiO2-N/zeolit yang merupakan material hasil sintesis dari bahan semikonduktor titanium dioksida yang terdoping oleh nitrogen dan terimpregnasikan ke dalam zeolit alam.

Tim Highscore UIN Malang ini terdiri atas mahasiswa Jurusan Kimia. Yakni Dewi Rohmatul Ilmi, Amalia Firdaus Izky Rahmawati, dan Indra Nur Cahyo. "Kami melakukan sebuah inovasi dengan memanfaatkan mineral yang tersedia di alam dalam menurunkan kadar metil jingga," terang Dewi, mewakili tim.

Ia menjelaskan, metil jingga merupakan zat senyawa organik yang termasuk dalam pewarna azo, senyawa yang dapat mengalami pemutusan enzimatik pada sistem biologi mamalia, salah satunya adalah manusia.

Ikatan azo yang terdapat pada zat warna metil jingga tersebut dapat terpecah menjadi amina aromatis. Paparan terhadap amina aromatis dapat meyebabkan methemobloginemia atau kelainan pada darah. Kelainan tersebut dapat disebabkan karena amina aromatis mengoksidasi Fe (II) pada hemoglobin menjadi Fe (III), sehingga akan menghalangi pengikatan oksigen.

"TiO2-N/zeolit dapat diaplikasikan sebagai material pendegradasi dengan memanfaatkan sinar ultraviolet maupun sinar matahari sebagai sumber foton dalam mengasilkan radikal OH. Radikal OH tersebut merupakan agen yang berperan penting pada saat degradasi zat warna, yaitu sebagai agen pengoksidasi," bebernya.

"Selain itu, material TiO2-N/zeolit termasuk dalam material reusable karena setelah digunakan untuk mendegradasi limbah zat warna masih dapat digunakan kembali," imbuhnya.

TiO2-N/zeolit disintesis menggunakan metode sonikasi, yaitu titanium dioksida dan urea disuspensikan dalam pelarut akuademineralisasi. Selanjutnya dilakukan impregnasi atau pengembanan ke dalam zeolit alam dengan menggunakan pelarut berupa etanol 96%.

Baca Juga : UM Masih Berlakukan Pembelajaran Daring Semester Depan

 

Setelah itu, dilakukan uji aktivitas TiO2-N/zeolit terharap zat warna metil jingga dengan bantuan sinar ultraviolet dalam reaktor. "Hasil yang didapatkan saat uji aktivitas larutan metil jingga memberikan perubahan warna dari yang semula berwarna pekat menjadi lebih pudar dengan persen degradasi (penurunan) sebesar 29,47%," timpalnya.

Sehingga membuktikan bahwa TiO2-N/zeolit mampu menurunkan konsentrasi zat warna metil jingga. Dengan demikian, inovasi ini diharapkannya mampu diimplementasikan sebagai upaya mengurangi limbah cair dalam menghadapi permasalahan lingkungan di negara Indonesia dalam menghadapi Indonesia Emas 2045.

Dengan mengusung inovasi ini, Tim Highscore UIN Malang mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Pejuang Inovasi Nasional 2020 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiwa Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Kalimantan dengan tema “Peran Generasi Millenial untuk Mengembangkan IPTEK Pasca Pandemi Menuju Indonesia Emas 2045”.

Pada kompetisi tersebut, nama Tim “Highscore” yang tidak sengaja diangkat dari salah satu software untuk pengolahan data XRD sebagai icon dari nama tim mereka ternyata mampu bersaing dengan peserta lain dari berbagai kampus di Indonesia hingga mengantarkan menuju gerbang finalis dengan meraih juara 3.

Topik
Mahasiswa UIN MalangInovasi TiO2 N/zeolitSolusi Limbah Zat Warna

Berita Lainnya

Berita

Terbaru