Darah Juang Musisi Ska Malang (2)

Modal Ngotot, Ska Diusung ke Kota Malang

Dec 27, 2020 10:15
Salah satu pelopor skena musik ska Kota Malang, Indra Binatang (Instagram demit_elektrik)
Salah satu pelopor skena musik ska Kota Malang, Indra Binatang (Instagram demit_elektrik)

MALANGTIMES - Perkembangan musik Ska di Indonesia maupun di Kota Malang pada medio tahun 1995-2003 melaju dengan sangat cepat. Hal ini merupakan proses pembentukan identitas baru, karena tawaran musik Ska pada zaman itu terbilang baru dan berbeda dengan skena musik lainnya.

Berbicara mengenai perkembangan musik Ska di Kota Malang pada gelombang pertama, tidak dapat terlepaskan oleh salah satu pionir pembawa virus Ska di kalangan pemuda pada zaman itu. Dialah Indra Binatang atau yang biasa disapa Indro.

Baca Juga : Pengembang Ngotot Tidak Punya Kewajiban Bangun Fasilitas Umum untuk Rumah Bersubsidi

Indro mengatakan, tren musik di Indonesia bahkan di dunia berubah dengan begitu cepat. Mulai dari era musik grunge, alternatif, punk hingga tawaran musik Ska yang berbeda dengan lainnya.

"Setelah tren berubah dengan cepat di era 90-an, grunge di era 1993, alternatif 1994, punk di tahun 1995-1996, ada tawaran baru musik yang ceria dan kebetulan di Amerika booming," ungkap pria yang disegani oleh pelaku lintas skena di Kota Malang.

Memang dasar para pemuda kala itu yang bermental ngotot dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, membuat Indro bersama para pelaku skena musik Ska di Kota Malang terus bergerilya mencari tahu tentang tawaran musik yang terdengar ceria ini.

Indro menuturkan, bahwa bermula pada tahun 1997 saat mulai nongkrong di belakang parkiran Sarinah Kota Malang dan setelah itu berpindah di dekat tugu Chairil Anwar, bersama teman-teman dari skena musik Punk yang juga mendengarkan dan melakukan pembicaraan-pembicaraan tentang musik yang mengalun dengan ceria.

"Dari pembicaraan-pembicaraan untuk mencari tahu musik yang permainan gitarnya encet-encet ini genre apa. Setelah mendengarkan kaset Gold Finger dan di blow up di majalah HAI di kota-kota besar ada gelombang musik baru dan aku cocok. Baru tahu kalau itu musik Ska," ujarnya.

Selain itu, menurut Indro, bahwa gelombang besar perkembangan musik Ska di Indonesia yang juga berimbas di Kota Malang yakni dengan kemunculan Save Ferris yang langsung meledak di medio tahun 1997-1998. Di mana banyak band Indonesia yang mempopulerkan lagu-lagunya salah satunya band Gallery.

Penampilan M.B.D.P.H di salah satu gigs skena musik ska Malang (foto Ig demit_elektrik)

"Setelah proses panjang selama satu tahun, ada ledakan band Tipe-X, Shaggydog, akhirnya semua kota-kota kecil turut berkembang dengan pesat, termasuk Kota Malang," terangnya.

Indro pun menjelaskan, pada medio tahun 1997 setelah lulus sekolah, dirinya melancong ke Jakarta dan Bandung untuk memperdalam musik Ska yang sudah pernah ia dengar dan baca di majalah HAI yang mengulas secara singkat terkait musik Ska.

Selain itu, didorong rasa ingin tahu yang tinggi ketika lagu-lagu Less Than Jake, The Mighty-Mighty Bosstones dan Voodoo Glow Skulls telah menghampiri telinga para pelaku skena musik pada saat itu. Terlebih lagi salah satu band Ska di era awal yakni MBDPH (Matahari Bersinar Di Pagi Hari) memainkan lagu-lagu dari Voodoo Glow Skulls.

Indro juga mengatakan, bahwa juga sempat mendapatkan rekaman buruk dari rilisan Kemuri.

"Setelah itu kita bergerilya, kita patungan uang untuk membeli rekaman-rekaman bajakan di Jakarta, Bandung dan aku berangkat. Sepulang dari Jakarta dan Bandung langsung aku sebarkan ke teman-teman," tuturnya.

Indro mengungkapkan, bahwa rasa ingin tahu yang tinggi membuat dirinya bersama teman-teman pada saat itu yang masih belum mengerti secara mendalam tentang musik Ska melancong ke Jakarta dan Bandung. Karena menurutnya, kota yang lebih besar pasti menyediakan informasi yang lebih luas.

"Sebuah skena harus memiliki banyak pengetahuan yang luas. Karena Malang saat itu termasuk kota kecil, akhirnya kita berpetualang menuju Jakarta dan Bandung untuk mencari informasi seluas-luasnya," ucap pria yang hobi membaca ini.

Setelah dari Jakarta, Indro juga mengungkapkan bahwa terdapat beberapa rilisan fisik dalam format kaset pita darj band maupun kompliasi luar negeri yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan skena musik Ska di Kota Malang.

"Pokoknya yang berpengaruh paling besar di skena musik Ska Kota Malang itu ada kompilasi Skankin In The Pit yang berisikan 7 band dari USA dan 7 band dari Jepang keluaran Hopeless Records. Lalu ada kompilasi Misfit Of Ska keluaran Asian Man Records dan rilisan dari Bruce Lee band," terangnya.

Indro pun bersama rekannya yakni Beng-beng dan Wewed melanjutkan petualangan dengan style Punk menuju Kota Bandung untuk mencari kenalan dan informasi baru terkait Ska. Kebetulan pada era itu, disampaikan Indro, bahwa Kota Bandung letak geografisnya lebih kecil dari Kota Jakarta, maka dari itu untuk mendapatkan informasi lebih mudah.

Baca Juga : Ditengarai Tetap Jual Miras setelah Dikabarkan Tutup, Satpol PP Janji Tindak Tegas Rumah Opa

"Otomatis ketika kita kenal dengan anak-anak punk di sana (Kota Bandung, red), kita juga dikenalkan dengan anak Ska nya. Kebetulan di Bandung, anak Ska juga kumpulnya dengan anak Punk di belakang Bandung Indah Plaza," jelasnya.

Di Bandung pun, Indro berkenalan dengan Jerry vokalis Agent Skins salah satu band Ska di Kota Bandung yang sudah ada sejak tahun 1996. Dari situlah Indro juga mendapatkan banyak informasi mengenai Ska. Selain itu dirinya juga berkenalan dengan Dinar bassis awal dari salah satu band Ska yang ada di tahun 1997 yakni Noin Bullet.

"Dari situlah dapat informasi lebih luas lagi. Mungkin secara finansial mereka lebih mudah mendapatkan informasi dari luar negeri ya era itu," terangnya.

Dengan bekal banyaknya informasi yang didapat, Indro membawa segala macam informasi dan rilisan kaset bajakan tersebut ke teman-teman penikmati musik Ska kala itu. Akhirnya mulai munculah band-band Ska di Kota Malang yang terus menunjukkan eksistensinya dengan berkarya dan selalu meramaikan panggung-panggung gigs kolektif maupun pentasi seni sekolah.

"Di tahun 1997 yang bermunculan banyak. Pertama ada MBDPH, lalu Skatoopid. Menginjak tahun 1998 ada Ska Hectic, Spiky In Venus, Kelly Bastard, Dorayaki, Monkee-X, Every Morning dan di tahun 1999 ada Mad Brothers serta beberapa lainnya," beber pria yang juga frontman dari Skatoopid ini.

Mulai dari medio tahun 1998-2001 merupakan masa kejayaan dari skena musik Ska di Kota Malang jilid pertama. Berbagai macam panggung gigs kolektif dan pentas seni sekolah selalu ada band Ska yang bertengger.

Lalu ledakan era awal ini juga memengaruhi posisi band Ska di Kota Malang. Salah satunya yakni Ska-Hectic yang masuk dalam kompilasi Ska Mania yang dirilis oleh Sony Music Entertainment di tahun 2000.

"Itu dari pihak Sony Music nya yang datang ke Malang dan mencari band Ska potensial. Kebetulan pada tahun segitu, Ska Hectic sudah terkenal di telinga anak muda dan akhirnya dipilih oleh Sony Music untuk mengisi slot album kompulasi Ska Mania," terangnya.

Hal itu membuktikan bagaimana kualitas dari musisi dan musik Ska di Kota Malang yang sangat diperhitungkan di kancah nasional. Meskipun kota yang memiliki letak geografis yang kecil, tapi selalu memiliki nilai lebih di berbagai sisi. Salah satunya dalam hal permusikan yakni musik Ska.

Dikatakan Indro, bahwa memasuki tahun 2001 juga band-band Ska di Kota Malang mulai menghasilkan karya, mulai dari single, mini album maupun turut hadir dalam beberapa album kompilasi.

"Salah satunya Skatoopid juga menghasilkan karya 1 mini album, 1 demo lagu dan 3 single lagu yang dirilis dan disebarkan melalui teman-teman satu skena," ujarnya.

Memasuki tahun 2002-2003, semua skena musik di Kota Malang termasuk Punk, Hardcore dan Metal mengalami periode transisi dan mulai surut pergerakannya yang dibuktikan dengan minimnya panggung-panggug gigs kolektif untuk mewadahi kreatifitas dan ekspresi dari masing-masing band.

"Meskipun di tengah surut keaktifan band dan skena musik, di tahun 2003 kita m mbuat event gigs bertajuk Ska To The Max, di mana pada periode tahun 2003 tersebut, sangat minim penikmat dengan ditunjukkan penjualan tiket yang menurun drastis," tandasnya.

Selanjutnya di tahun 2004 hingga 2009 merupakan periode transisi dan masa-masa perjuangan dari band-band Ska dan juga skena musik Ska di Kota Malang.

Topik
Darah Juang Musisi Ska Malangband Ska Malangsejarah ska di malangIndra BinatangMBDPHMatahari Bersinar Di Pagi Hari

Berita Lainnya

Berita

Terbaru