Tutup Tahun 2020, MLG SKA-BSF Luncurkan Kompilasi Lintas Negara Bertajuk "Pick It Up"

Dec 26, 2020 20:05
Poster peluncuran album kompilasi "Pick It Up" yang dirilis oleh RLKZCORD. (Foto: Dok. RLKZCORD) 
Poster peluncuran album kompilasi "Pick It Up" yang dirilis oleh RLKZCORD. (Foto: Dok. RLKZCORD) 

MALANGTIMES - Dalam rangka menutup akhir tahun 2020 yang penuh dengan derita berkepanjangan karena Covid-19, skena musik Ska Kota Malang yakni MLG SKA berkolaborasi dengan BSF (Bandung Ska Foundation) meluncurkam album kompilasi bertajuk "Pick It Up" di akhir Bulan Desember ini. 

Peluncuran album kompilasi tersebut dirilis oleh label record independen Kota Malang yakni RLKZCORD. Pelaku skena musik Ska Kota Malang yang juga pemilik record label RLKZCORD, Agek Gebyar mengatakan, bahwa pada album kompilasi ini diikuti oleh 17 band Ska lintas kota dan negara. 

Baca Juga : Monkey Boots Tutup Akhir Tahun 2020 dengan Luncurkan Single "Berdetak"

"Album kompilasi kali ini memang sengaja kita buat terbuka untuk teman-teman Band Ska yang memiliki karya di seluruh Indonesia dan terjaring sebanyak 17 band ska," ungkapnya saat dihubungi oleh pewarta, Sabtu (26/12/2020). 

Lanjut Agek, bahwa 17 band ska tersebut berasal dari beberapa kota di Indonesia dan negara tetangga. Ia menyebutkan ada Black Sky (jogja), Bread Essence (malang), Plague of Happiness (malaysia), Highmoon (jakarta), Hitho ichi-mi (bandung), SAS Skapunk (malang), Kingkong Beer (bandung), Lazy Middle Class (bandung) dan Orkeska Gathel Budoyo (kendal). 

Selanjutnya juga ada The Full Pledge Munkees (singapura), RGB SKA (malang), Better Jump Kick (malang), Youngster City Rockers (malang), Hockey Hook (bandung), No Big Deal (lombok), United Skank (bandung) dan Hey Alton (bandung). 

"Kita mengajak kolaborasi teman-teman BSF karena perkembangan skena musik Ska di Malang dan Bandung hampir sama. Terlebih juga kita memiliki sejarah panjang dengan pelaku skena musik Ska di Bandung," jelasnya. 

Terkait turut sertanya dua band dari negara tetangga yakni Palgue Of Happiness dari Malaysia dan The Full Pledge Munkees dari Singapura, dikatakan Agek, bahwa hal tersebut merupakan bukti konektivitas dan hubungan antar skena musik Ska terbangun. 

"Ya itu membuktikan kita memiliki konektivitas yang baik dengan band ska negara tetangga dan skena musik Ska di Malang dan Bandung diakui oleh negara tetangga," terangnya. 

Agek juga menuturkan, bahwa memilih momentum menuju akhir bergantinya tahun untuk meluncurkan album kompilasi dikarenakan pihaknya juga berkeinginan untuk menutup banyaknya peristiwa yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 dengan karya konkrit. 

Baca Juga : Keren, Lagu dan Instrumen Berbasis Kampung Asal Malang Jadi Juara Internasional

"Ini untuk kado spesial menuju pergantian tahun agar masyarakat harus tetap semangat untuk terus berkaya dengan apa yang ia bisa," imbuhnya. 

Sementara itu, Agek juga mengungkapkan, bahwa untuk album kompilasi "Pick It Up" berisikan 17 band Ska lintas kota dan negara ini dirilis menggunakan format kaset pita. 

"Dengan dirilisnya menggunakan format fisik dan dalam bentuk fisik, kita ingin mempunyai kenangan dan karya yang terus akan bisa terlihat, dinikmati dan dirasakan," terangnya. 

Agek juga menginformasikan bahwa di Bulan Januari 2021 nanti juga akan di rilis kembali oleh RLKZCORD yang berkolaborasi dengan Nyaring Records sebuah record label asal Malaysia. 

"Saya berharap, album kompilasi Pick It Up ini dapat menjadi bukti sejarah perjalanan pangan skena musik Ska di Indonesia, khususnya di Malang dan Bandung," tutupnya.

Topik
album kompilasi skamusik ska kota malangMLG SKA

Berita Lainnya

Berita

Terbaru