Apakah Rapid Test Antigen Akurat? Begini Penjelasannya

Dec 23, 2020 18:44
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

MALANGTIMES - Peraturan dalam situasi pandemi covid-19 jelang Natal dan Tahun Baru 2021, secara serentak di Indonesia melakukan peraturan protokol kesehatan bagi kunjungan para wisatawan.

Salah satunya di Kota Batu. Pemkot Batu telah menerbitkan Surat Edaran (SE) bagi para wisatawan yang memasuki kawasan Kota Batu dengan menunjukkan hasil negatif rapid antibodi atau rapid antigen.

Baca Juga : Pasien Covid-19 di Kota Batu Tembus Seribu, Ini Panduan bagi Wisatawan

Namun, beberapa masyarakat masih belum tahu seakurat apa jika melakukan rapid antigen tersebut.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, RSU Karsa Husada Kota Batu, Bernandus Anggaru menjelaskan, virus Corona merupakan virus yang memproduksi antigen. Sementara dalam tubuh manusia, untuk melawan virus itu membentuk antibodi.

"Nah di sini Swab PCR digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya virus secara langsung. Dengan menggunakan metode swab. Sedangkan untuk rapid antigen digunakan untuk memeriksa antigen virus secara cepat. Yang mana cara pemeriksaannya juga hampir sama dengan swab," jelasnya.

Lanjutnya, antigen ini seperti imunitas virus yang dideteksi. Sedangkan untuk rapid test antibodi, diambil melalui darah. Yang merupakan respon tubuh dalam menghadapi virus tersebut. Maka dari itu tubuh merespon dengan masuknya virus tadi dengan membentuk antibodi.

"Jadi rapid antigen hampir sama dengan swab pcr pemberlakuannya. Namun, dalam rapid antigen menggunakan cara nasofaring dan corofaring. Tapi kalau untuk rapid antibodi hanya dilakukan melalui darah. Untuk hasil dari rapid antigen dan rapid antibodi bisa diketahui setelah dua menit. Setelah melakukan tes tersebut," jelasnya.

Ia juga menganjurkan jika ingin mendeteksi secara cepat terhadap indikasi adanya virus Corona dalam tubuh. Bisa menggunakan rapid test antibodi ataupun rapid test antigen saja.

Baca Juga : Kota Malang Siapkan Rapid Test Antibodi Unlimited

"Untuk keakuratan hasilnya, rapid test antigen lebih tinggi angka keakuratannya, dibandingkan dengan rapid antibodi. Kalau antigen keakuratannya bisa 80-90 persen. Sedangkan kalau rapid test antibodi hanya 50-50," ungkapnya.

Terkait persediaan alat-alat untuk melakukan rapid jelang Nataru ini masih aman.

"Alat untuk rapid test antibodi dan swab tes pcr diperkirakan masih cukup hingga 2 bulan ke depan. Sedangkan untuk alat rapid test antigen masih ada sekitar 4000 alat. Kalau untuk biaya tesnya sesuai dengan edaran kementerian. Untuk swab pcr Rp 850 ribu, rapid test antigen Rp 250 ribu dan rapid test antibodi Rp 150 ribu," ujarnya.

Topik
Pandemi Covid 19Natal dan Tahun Baru 2021Protokol KesehatanKota BatuSurat Edaranrapid antigenRapid Antibodi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru