JKJT Kembangkan Eks Anak Jalanan Melalui Film

Dec 22, 2020 19:33
Rumah produksi Sinema Budaya Nusantara yang mengharap film 'Koncoku Dulurku'.(screenshot YouTube Jendela Info JKJT)
Rumah produksi Sinema Budaya Nusantara yang mengharap film 'Koncoku Dulurku'.(screenshot YouTube Jendela Info JKJT)

MALANGTIMES - Lembaga sosial Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) terus mengembangkan pendidikan karakter bagi eks anak jalanan di bawah asuhannya.

Kali ini, JKJT menggandeng rumah produksi Sinema Budaya Nusantara untuk membuat eks anak jalanan bisa berkarya melalui sebuah web series berjudul 'Koncoku Dulurku'.

Baca Juga : Youth of May, Drama Baru dengan Suasana Retro, akan Dibintangi Lee Do-hyun dan Go Min-si

Bahkan menariknya, hampir semua kru film adalah anak jalanan binaan JKJT dan belajar sinematografi secara otodidak.

Web series sendiri tayang di YouTube Jendela Info JKJT dan saat ini pengerjaan sudah memasuki episode ketiga. Dan direncanakan Februari 2021, 15 episode akan diselesaikan.

"Seluruh episode film Koncoku Dulurku kami angkat dari kasus-kasus sosial yang terjadi di masa pandemi. Seperti mengangkat isu pendidikan dan sosial. Harapannya bisa jadi sarana edukasi, sekaligus menebar semangat positif kepada semua," tutur Agustinus Tedja Bawana, ketua JKJT yang sekaligus sutradara dari web series Koncoku Dulurku.

Tedja juga mengakui bahwa untuk meningkatkan kemampuan kru filmnya, ia sudah melakukan diskusi yang sempat menghadirkan beberapa insan perfilman nasional. Mulai Ade Sabana (Senior Kaifang), Achmad Syaiful (Director of Photography), Harry Soeharyadi (Sutradara), Budhi Wibawa (Dosen Perfilman IKJ), Kelvin Nugroho (Editor), hingga Yussy Poerwati (Pemeran Film Cut Nyak Dhien).

“Kegiatan ini dilakukan untuk memberi semangat kepada anak-anak jalanan, agar terus produktif dalam berkarya dalam dunia seni peran dan film,” ujar pria yang akrab dipanggil Ayah Tedja itu.

Sementara itu, Tedja juga mengungkapkan bahwa Sinema Budaya Nusantara juga tengah mempersiapkan sebuah proyek film layar lebar.

Baca Juga : Bikin Penggemar Happy, Mobile Legends: Bang Bang Hadirkan Film Pendek Winter Clash

“Sementara ini kita pakai judul ‘Misteri Gunung Arjuno’. Tidak menutup kemungkinan, kita juga akan menggandeng aktor dan aktris nasional,” tuturnya.

Untuk produksinya sendiri, film tersebut akan melibatkan budayawan Kota Malang, Ki Jati Kusumo. Selain itu, pihaknya juga menggandeng sejumlah sineas ibukota berpengalaman. Salah satunya Achmad Syaiful, sinematografer yang terlibat di 50 film layar lebar, seperti Pintu Terlarang dan Wiro Sableng 212.

“Malang ini adalah fundamental awal peradaban dunia. Karena di Malang banyak hal yang patut ditawarkan ke dunia. Ibaratnya, manusia jangan mati dulu sebelum datang ke Malang,” ucap Ki Jati.

“Skenario yang saat ini sedang kita garap adalah ‘Misteri Gunung Arjuno’. Target kita layar lebar. Di sini sudah ada Mas Ipung (Achmad Syaiful) yang merapat, dan Mas Tedja yang mendorong dengan semangat luar biasa,” tambahnya. 
 

Topik
Lembaga sosial Jaringan Kemanusiaan Jawa TimurPendidikan karakterAnak JalananSinema Budaya NusantaraKoncoku Dulurku

Berita Lainnya

Berita

Terbaru