Polres Malang Larang Penjual Terompet, Dianggap Bisa Kumpulkan Massa

Dec 21, 2020 11:26
AKBP Hendri Umar saat apel gelar pasukan (Hendra Saputra)
AKBP Hendri Umar saat apel gelar pasukan (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Banyak hal yang potensial mengumpulkan banyak orang ketika perayaan malam tahun baru, salah satunya yakni penjual terompet yang menjajakan dagangannya.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar akan mengantisipasi perkumpulan banyak orang ketika pergantian malam tahun baru. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan melarang adanya penjual terompet pada pergantian malam tahun baru di Kabupaten Malang.

Baca Juga : Pura-Pura Salat, Pria Berkulit Gelap Bobol Kotak Amal

 

Pasalnya, saat ini Kabupaten Malang masih menjadi zona oranye penyebaran Covid-19. Hendri Umar menganggap bahwa penjual terompet secara tidak langsung mengundang massa untuk datang berkerumun dan merayakan pergantian malam tahun baru.

"Kami juga akan melaksanakan pelarangan kepada penjual-penjual terompet, mari kita bersama-sama memiliki komitmen dan menempatkan keamanan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di Operasi Lilin Semeru tahun 2020," tegas Hendri Umar.

Selain pelarangan penjual terompet, Hendri Umar juga menyoroti penjual kembang api yang biasanya setiap tahun akan banyak berjualan di pinggir jalan.

Karena itu, Hendri meminta kepada masyarakat terutama penjual untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Malang.

Baca Juga : Gasak Motor Warga Jabung, Komplotan Maling Spesialias Persawahan Diringkus Polres Blitar

 

"Pada pergantian Tahun 2021 jangan ada kegiatan yang melaksanakan pengumpulan masa, pesta kembang api dan marilah kita lalui pergantian tahun ini dengan sederhana dan mari kita bersama-sama melaksanakan doa untuk menyongsong Tahun baru 2021," pungkasnya.

Topik
berita malang hari ini

Berita Lainnya

Berita

Terbaru