Refly Harun Dipoliskan Terkait Unggahan Video Colab Bersama Sugi Nur

Dec 20, 2020 16:34
Refly Harun (kiri) dan Gus Nur. (Foto: YouTube Refly Harun)
Refly Harun (kiri) dan Gus Nur. (Foto: YouTube Refly Harun)

MALANGTIMES - Pakar hukum dan deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Refly Harun telah dilaporkan ke Bareskrim Polri. Laporan tersebut berkaitan dengan video yang diunggah di channel YouTube-nya bersama Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur.  

Refly dilaporkan oleh Febriyanto Dunggio pada Jumat (18/12/2020) lalu seperti yang tertuang dalam LP/B/0709/XII/2020/BARESKRIM.

Baca Juga : Unit Resmob Polresta Malang Kota Tangkap Dua Bandit Curanmor

Dalam laporan tersebut, Refly diduga telah melakukan kebencian atau permusuhan individu dan/atau antar-golongan (SARA) dan/atau pencemaran nama baik ke seluruh rakyat Indonesia, khususnya Nahdlatul Ulama (NU).  

Selain itu, tertulis bahwa aksi Refly ini telah melanggar Pasal 28 Ayat 2 dan/atau Pasal 27 Ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Laporan ini pun lantas dibenarkan oleh Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi.  Disampaikan oleh pihak Bareskrim Polri bahwa kepolisian kini masih mempelajari kasus tersebut.  "Masih dipelajari," ucap Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan.

Diketahui laporan ini berawal dari video yang diunggah Refly di channel YouTube dengan judul "GUS NUR, NAHDLIYIN OPOSISI!!!"  

Sayangnya saat dimintai konfirmasi terkait video tersebut, Refly belum memberikan respons apa pun.  

Sementara, Gus Nur telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan menyebarkan ujaran kebencian dengan menghina NU lewat video yang diunggah di akun MUNJIAT Channel.  

Di video itu, Gus Nur berbincang dengan Refly dan menyampaikan pendapatnya soal kondisi NU saat ini. Menurut Gus Nur, NU saat ini tidak seperti NU yang dulu.

Baca Juga : Sebanyak 4 Ribu Pelanggar Protokol Kesehatan Terjaring Razia Satpol PP Kota Batu

"Sebelum rezim ini, ke mana jalan dikawal Banser. Saya adem-ayem sama NU. Ndak pernah ada masalah. Nah, tapi setelah rezim ini lahir, tiba-tiba 180 derajat itu berubah," ujarnya di video itu.

Dalam perkara ini, Refly sebelumnya sempat memenuhi panggilan Bareskrim Polri pada 3 November 2020 lalu sebagai saksi.  

Saat itu, Refly mengaku dihubungi oleh Gus Nur untuk membuat konten pada pertengahan Oktober lalu.  "Saya ditelepon tanggal 12 Oktober oleh Gus Nur untuk ngajak kolaborasi. Kenapa begitu? Ya saya kira apple to apple saja karena subscriber dia itu sudah 500 ribu lebih. Saya juga 600 ribu. Jadi, dalam dunia per-YouTube-an biasa itu colab dan terjadilah interview itu," ungkapnya. 

 

Topik
Refly HarunSugi NurKoalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia

Berita Lainnya

Berita

Terbaru