Sempat Tuai Polemik, Politisi PKS Optimistis Kayutangan Heritage Bawa Perekonomian Membaik

Dec 20, 2020 14:18
Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji (berkacamata) saat menyapa warga di kampung Kayutangan Heritage. (Foto: Istimewa).
Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji (berkacamata) saat menyapa warga di kampung Kayutangan Heritage. (Foto: Istimewa).

MALANGTIMES - Progres proyek pembangunan Kayutangan Heritage bisa dikatakan telah memasuki tahap final. Meski  rencana awal hari ini (Minggu, 20/12/2020) area kawasan akan kembali dibuka, namun hal itu harus mundur.

Usai adanya uji coba kendaraan besar yang dilangsungkan kemarin (Sabtu, 19/12/2020), kawasan Kayutangan Heritage akan kembali dibuka untuk pengguna kendaraan mulai besok (Senin, 21/12/2020).

Baca Juga : Jika Terpilih, Paslon SanDi Optimis Bisa Genjot Sektor Ekonomi di Tengah Pandemi

 

Namun, sejatinya dalam pelaksanaannya, proyek yang dibangun dengan sumber anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 16 Miliar, dan anggaran Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Rp 10 Miliar ini sempat memicu polemik. Kemacetan, lantaran penutupan akses jalan saat pembangunan. Hingga, adanya protes dari warga setempat yang merasa perekonomiannya terhambat imbas penutupan jalan di kawasan pembangunan Kayutangan Heritage.

Polemik ini diperhatikan betul anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PKS, Bayu Rekso Aji. Namun, diakuinya Kayutangan Heritage memberikan harapan besar bagi warga di sekitar kawasan.

"Setelah satu bulan lebih proyek ini berjalan, rencana hari ini tanggal 20 Desember akan dibuka arus lalu lintas di perempatan Raja Bali , tinggal kita lihat betul apa tidak. Ini memberikan harapan besar kepada warga kampung Kayutangan sendiri," ungkapnya.

Bayu menambahkan, hasil dari penelusurannya kepada warga setempat, bahwasannya hadirnya Kayutangan Heritage disambut antusias. Terlebih, dengan program Kotaku, tidak hanya area jalan besar saja yang dipercantik.

Area perkampungan turut menjadi bagian yang dipoles untuk sejatinya bisa memikat wisatawan. Menghadirkan nuansa bangunan bersejarah di kampung, dinilai bakal memicu perekonomian warga setempat ke depannya.

"Dari penelusuran kami ke bawah, dengan Pak RW, Pak RT dan warga Kayutangan, mereka sebenarnya menyambut antusias proyek pembangunan ini. Sebab, bukan hanya dilakukan di perempatan RajaBali dan sepanjang koridor Jl Basuki Rahmat, tapi melalui program Kotaku masuk ke kampung-kampung. Dengan dibangunnya jalan-jalan kampung bahkan sampai sepadan sungai yang membelah kampung dipercantik," imbuhnya.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai anggota Komisi B DPRD Kota Malang ini, warga setempat juga menyadari adanya konsep wisata Heritage cukup menyita perhatian wisatawan.

Warga lokal, atau bahkan wisatawan luar daerah dan internasional juga sudah banyak yang singgah ke kawasan perkampungan tersebut. Mereka, disuguhi beragam model bangunan heritage, jajanan, hingga tempat asyik untuk nongkrong khas ornamen sejarah.

"Menurut penuturan warga, sebelum proyek ini dikerjakan sebenarnya arus masuk wisatawan ke Kayutangan Heritage ini sudah cukup ramai. Dengan menawarkan tempat-tempat jadul nan vintage, menjadi daya tarik sendiri bagi para wisatawan khusus lokal dan kaum milineal, tempat yang Instagramable bahasa kekiniannya. Dan juga dilengkapi tempat kongkow-kongkow berupa kedai-kedai kopi di beberapa titik," paparnya.

Baca Juga : SanDi Optimis Menang, Program 100 Hari Jadi Bupati Sudah Disiapkan

 

Karena itu, menyusul konsep kampung wisata tematik lainnya di Kota Malang, diharapkan peran para stakeholder terlibat di dalam kemajuan wisata Kayutangan Heritage nantinya.

"Meniru kesuksesan dari kampung warna warni yang meningkatkan taraf ekonomi warga dengan ramainya wisatawan, menjadi sangat perlu para stakeholder Pemerintah Kota Malang untuk terus men-Support dan mendampingi Program Kayutangan Heritage ini untuk meningkatkan kesejahteraan warganya," terangnya.

Adapun, polemik yang sempat bermunculan, dinilai Bayu sebagai bentuk adanya Miss Communication antara Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dengan warganya. Termasuk, timbulnya kemacetan di beberapa ruas jalan di awal pembangunan.

"Saya melihat polemik kemarin yang terjadi lebih kepada komunikasinya di beberapa jalur kurang lancar. Akhirnya menimbulkan sedikit kegaduhan di masyarakat. Terutama perihal di pembangunan fisik di awal yang menimbulkan kemacetan luar biasa," tegasnya.

Namun, di balik adanya polemik kegaduhan tersebut, pihaknya tetap optimistis keberadaan Kayutangan Heritage akan mampu meningkatkan perekonomian warga setempat.

"Tapi saya optimis, program Kayutangan Heritage ini bisa menjadi salah satu solusi bagi warga Kayutangan Heritage dalam peningkatan perekonomian mereka," pungkasnya.

Topik
Berita MalangFraksi PKS

Berita Lainnya

Berita

Terbaru