Legowo dan Terima Masukan Kiai, Tim LaDub Memilih untuk Tidak Layangkan Gugatan ke MK

Dec 20, 2020 10:29
Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) saat konferensi pers di Kantor DPC PKB Kabupaten Malang. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) saat konferensi pers di Kantor DPC PKB Kabupaten Malang. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Rekapitulasi perolehan suara telah sampai di tingkat kabupaten dan telah dibacakan hasilnya oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang melalui rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara hasil pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malang pada hari Rabu (16/12/2020) lalu. 

Dari rapat pleno tersebut menghasilkan perolehan suara untuk Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor satu, Sanusi-Didik Gatot Subroto sebesar 530.449 suara atau 45,51 persen. Sementara untuk Paslon nomor dua, Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) mendapatkan perolehan 491.816 suara atau 42,19 persen. Sedangkan untuk Paslon nomor tiga, Heri Cahyono-Gunadi Handoko (HC-GH) memperoleh 143.327 suara atau 12,30 persen. 

Menanggapi hasil rekapitulasi perolehan suara Paslon LaDub yang selisih 3,32 persen dengan Paslon SanDi, Calon Bupati Malang nomor dua yakni Lathifah Shohib memilih untuk legowo menerima hasil perolehan suara di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020. 

"Kami memilih sikap legowo dan menerima hasil tersebut. Kami memilih untuk tidak mempermasalahkannya ke jalur hukum melalui gugatan ke Mahkamah Konstitusi," ungkapnya kepada pewarta, Minggu (20/12/2020). 

Meskipun, disampaikan Lathifah bahwa terdapat beberapa hal yang ditemukan oleh Tim Paslon LaDub terkait temuan dan kajian atas pelanggaran yang dilakukan oleh Paslon SanDi. Serta catatan kurang optimalnya kinerja penyelenggara Pilkada Kabupaten Malang 2020. 

Perempuan yang merupakan cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yakni KH. Bisri Syansuri dan kerap kali disapa Bu Nyai ini juga menegaskan bahwa langkah legowo dan tidak menempuh jalur hukum untuk menggugat ke Mahkamah Konstitusi merupakan saran dari para kiai dan ulama yang selama ini telah berjuang mendukung Paslon LaDub. 

"Atas wejangan dari berbagai pihak khususnya para kiai, ulama dan tokoh masyarakat, maka Paslon LaDub bersama Malang Bangkit memilih untuk tidak melakukan gugatan ke MK," tegasnya. 

Hal ini dipilih oleh Bu Nyai dan Tim Pemenangan Paslon LaDub agar Kabupaten Malang tetap kondusif pasca pengumuman hasil rekapitulasi Pilkada Kabupaten Malang 2020 yang menghasilkan Paslon SanDi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Malang yang menempati posisi pertama. 

Lanjut Bu Nyai, bahwa Kabupaten Malang memiliki banyak sekali potensi yang harus terus dimaksimalkan. Sehingga pembangunan di Kabupaten Malang dapat menjadi lebih baik dan semakin maju. Termasuk mengakomodir berbagai ide, program dan gagasan dari paslon lainnya. 

Bu Nyai mengucapkan terima kasih sebesar-sebesarnya kepada seluruh kiai, ulama, tokoh masyarakat, tim pemenangan dan relawan yang telah memberikan restu dan berjuang bersama di barisan Paslon LaDub dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020. 

"Saya juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tim pemenangan, baik dari unsur partai maupun nonpartai, para pendukung, dan juga relawan yang selama ini sudah berjuang keras untuk memenangkan Paslon LaDub Malang Bangkit yakni Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono," ucapnya. 

Sementara itu, Bu Nyai pun mewakili dari Paslon LaDub juga mengucapkan selamat kepada Paslon Sanusi-Didik Gatot Subroto karena sudah terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Malang terpilih dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020. 

"Semoga di tangan Pak Sanusi dan Pak Didik Kabupaten Malang 5 tahun kedepan bisa lebih baik, lebih inovatif, lebih bersih, bebas dari KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme, red) dan bisa lebih mensejahterakan masyarakat. Terutama bagi yang rentan dan miskin yang banyak ditemukan di pedesaan Kabupaten Malang," tutupnya.

Topik
Pilkada Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru