Disperindag Manfaatkan DBHCHT Rp 6 M untuk Pembinaan Lingkungan Sosial dan Industri

Dec 18, 2020 19:18
Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Agung Purwanto saat ditemui awak media di Pendopo Agung Kabupaten Malang. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Agung Purwanto saat ditemui awak media di Pendopo Agung Kabupaten Malang. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang pada tahun 2020 mendapatkan alokasi DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) sebesar Rp 6.000.000.000 (Enam Miliar), di mana alokasi tersebut dimanfaatkan untuk pembinaan lingkungan sosial dan industri. 

Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Agung Purwanto mengungkapkan bahwa pencapaiannya pun dari seluruh program hampir seluruhnya mencapai realisasi 100 persen. Dalam laporan dari Disperindag terdapat dua jenis pembinaan, yakni pembinaan lingkungan sosial dan pembinaan industri. 

Untuk pembinaan lingkungan sosial terdapat dua bidang yakni ketenagakerjaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Untuk bidang ketenagakerjaan terdapat kegiatan pembinaan dan pelatihan keterampilan kerja bagi tenaga kerja dan masyarakat di sektor industri dengan target peserta pelatihan sebanyak 3.450 orang. 

Untuk kegiatan ini dialokasikan anggaran sebesar Rp 5.766.065.000 dan terealisasi sebesar Rp 5.759.565.000 atau terserap mencapai 99,88 persen. 

Sedangkan untuk bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat, Disperindag mengadakan kegiatan fasilitas promosi bagi usaha mandiri masyarakat di masing-masing sektor industri dengan target pelaksanaan sebanyak 1 kali. Untuk kegiatan ini, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 68.935.000 dan terealisasi sebesar Rp 68.935.000 atau terserap 100 persen. 

"Kita semuanya untuk pelatihan. Sesuai ketentuan, DBHCHT ini Disperindag untuk pelatihan kepada IKM (Industri Kecil Menengah, red) kita," ungkapnya saat ditemui awak media usai agenda evaluasi penggunaan DBHCHT. 

Agung menuturkan bahwa IKM di Kabupaten Malang cukup banyak dan beragam. "IKM yang ada di Kabupaten Malang ini sekitar 2.000 an. Butuh peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia, red)," imbuhnya. 

Sementara itu, untuk pembinaan industri terdapat dua kegiatan yakni pertama adalah pendataan dan pengawasan kepemilikan atau penggunaan mesin pelinting rokok dan pemberian sertifikat atau kode registrasi mesin pelinting rokok.  Anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 75.000.000 dan digunakan sebesar Rp 75.000.000 atau terserap 100 persen. 

Untuk kegiatan yang kedua yakni pemetaan industri hasil tembakau dengan anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 90.000.000 dan terealisasi sebesar Rp 90.000.000 atau terserap 100 persen. 

Jadi total keseluruhan penggunaan program DBHCHT telah dilaksanakan semuanya oleh Disperindag dan jumlah anggaran yang terserap sebesar Rp 5.993.500.000 atau 99,89 persen. Jadi terdapat SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) sebesar Rp 6.500.000. 

Lebih lanjut Agung juga menyebutkan bahwa beberapa waktu lalu Disperindag Kabupaten Malang juga melakukan pembinaan dan pelatihan kepada kelompok difabel yang dipusatkan di Kepanjen. 

"Syukur alhamdulillah produknya juga bagus-bagus. Nanti produknya itu dari pelatihan ini tidak terhenti hanya di pembuatan saja, tapi kita kawal sampai penjualan," ujarnya. 

Kedepan, Agung pun juga berkomtimen untuk membuka market atau pasar bagi produk-produk yang dihasilkan dari kelompok difabel Kabupaten Malang untuk dipasarkan di seluruh wilayah Kabupaten Malang. 

"Marketnya kita buka. Baik di toko-toko, kita pasarkan door to door, kita bantu teman-teman kita. Khususnya di masa pandemi ini," terangnya. 

Dikatakan Agung bahwa para IKM yang ada di Kabupaten Malang juga terdampak oleh pandemi Covid-19 yang belum diketahui akan berakhir sampai kapan. 

"Sehingga ada pelatihan juga pemasaran secara online. Karena sekarang kalau tidak online ya pasti terhambat. Kalau online alhamdulillah bisa tetap berjalan, meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19," tutupnya. 

Topik
DBHCHT kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru