Tunggu Respons Lawan, Tim Kemenangan Paslon SanDi Siapkan Tim Hukum

Dec 18, 2020 15:27
Ketua Tim Kampanye Malang Makmur, Darmadi (baju putih) bersama tim hukum Paslon SanDi, Agus Subyantoro. (Foto: Dok. JatimTimes) 
Ketua Tim Kampanye Malang Makmur, Darmadi (baju putih) bersama tim hukum Paslon SanDi, Agus Subyantoro. (Foto: Dok. JatimTimes) 

MALANGTIMES - Tim Kampanye Malang Makmur sebagai pengusung Pasangan Calon (Paslon) Sanusi-Didik (SanDi) telah bersiap-siap jika ada pihak yang mempermasalahkan hasil rekapitulasi perhitungan suara. Tim hukum juga sudah dibentuk jika ada gugatan perselisihan hasil Pilkada.
"Dari awal sudah kami bentuk Tim Hukum dari internal partai. Tapi untuk sekarang masih belum kami putuskan karena kami masih menunggu jika ada prosedur yang harus kami penuhi," ungkap Ketua Tim Kampanye Malang Makmur Darmadi ketika dikonfirmasi pewarta, Jumat (18/12/2020). 

Pihaknya juga hingga sampai saat ini masih menunggu proses lanjutan dari masing-masing kontestan, usai pembacaan rekapitulasi perolehan suara dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020. "Sampai kemarin kita masih dalam posisi menunggu respon dari dua paslon lain. Dari kami sementara tidak ada materi gugatan," ujar politisi PDI Perjuangan ini. 

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PDI Perjuangan Kabupaten Malang ini berharap proses Pilkada Kabupaten Malang agar cepat selesai dan tidak terdapat gugatan dari paslon lain. 

"Mudah-mudahan hingga tiga hari ke depan tidak ada gugatan dari paslon lain," terang pria yang menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang. 

Darmadi melanjutkan bahwa jika sesuai dengan aturan, terdapat batas waktu pengajuan gugatan perselisihan hasil Pilkada. Batas akhir pengajuan gugatan akan berakhir setelah tiga hari kerja pembacaan hasil rekapitulasi perolehan suara di tingkat kabupaten yakni pada hari Senin (21/12/2020). 

"Terhitung tiga hari kerja pasca pleno rekapitulasi hasil Pilkada. Jika tidak ada gugatan (dari paslon, red) maka KPU akan menetapkan Paslon SanDi sebagai calon terpilih," terangnya. 

Sementara itu, dengan perolehan suara hingga di tingkat kabupaten yang menghasilkan keunggulan bagi Paslon SanDi yang notabene sebagai paslon petahana dengan selisih persentase perolehan suara sebesar 3,32 persen dengan Paslon LaDub yang merupakan pendatang baru dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Malang, Darmadi mewajarkan hal tersebut. "Dalam kontestasi politik itu (menang kalah, red) hal yang wajar, tapi prinsipnya saat ini SanDi menang," pungkasnya. 

Sebagai informasi, bahwa hasil rekapitulasi perolehan suara di tingkat kabupaten, sama halnya dengan hasil hitung faktual dan rekapitulasi oleh tim Paslon SanDi dari tingkat TPS (Tempat Pemungutan Suara) hingga tingkat kecamatan yang dibuktikan dengan hasil Model C. salinan hasil - KWK di 4.999 TPS dan Model D. hasil kecamatan - KWK di 33 kecamatan. 

Hasil hitung faktual tersebut juga dirilis pada hari Senin (14/12/2020) di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang dengan menghasilkan keunggulan untuk Paslon SanDi di 5 daerah pemilihan (dapil) dari 7 dapil yang ada di Kabupaten Malang. 

Dalam rekapitulasi perolehan suara yang dilakukan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang di tingkat kabupaten pada hari Rabu (17/12/2020) lalu menghasilkan Paslon SanDi unggul. SanDi mengantongi suara sebesar 530.449 suara atau 45,51 persen. 

Sementara untuk Paslon nomor dua yakni Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) memperoleh 491.816 suara atau 42,19 persen. Sedangkan untuk Paslon nomor tiga yakni Heri Cahyono-Gunadi Handoko (HC-GH) memperoleh 143.327 suara atau 12,30 persen. 

Namun usai proses rekapitulasi perolehan suara, KPU Kabupaten Malang tidak dapat langsung melakukan penetapan hasil Pilkada Kabupaten Malang 2020. Dikarenakan dari pihak Paslon LaDub akan mengajukan gugatan persilihan hasil Pilkada Kabupaten Malang 2020 kepada Mahkamah Konstitusi (MK) RI. 

Topik
Berita MalangPilkada Kabupaten MalangPaslon Sandi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru